Krisis RSUD Scholoo Keyen
Direktur Sebut Utang RSUD Scholoo Keyen Berkurang Tiap Tahun, Pelayanan Lancar
Justru sebaliknya, terjadi penurunan yang cukup signifikan untuk pengadaan alkes.
Penulis: Paulus Pulo | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230605_Direktur-Rumah-Sakit-Schoolo-Keyen.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Direktur Rumah Sakit Scholoo Keyen, drg Ihsan Pangeran Alif, meluruskan kembali soal pemberitaan utang rumah sakit.
"Pada prinsipnya utang bukan sesuatu yang tabu. Kita kategorikan ada utang produktif dan utang tidak produktif. Kalau utang produktif kita berhutang kepada pihak ke tiga, dalam menunjang kebutuhan rumah sakit. Kalau kategori tidak produktif kita punya utang kepada pihak ketiga, tapi keberadaan utang itu membuat rumah sakit kebutuhannya tidak terlayani," kata mantan kepala Puskesmas Teminabuan, ketika meluruskan pemberitaan di ruang kerjanya, Selasa (6/6/2023).
Dirinya menegaskan utang semua rumah sakit itu pasti ada dan untuk rumah sakit sendiri, itu sudah terjadi beberapa tahun sebelumnya. Namun bukan berarti tidak beroperasi rumah sakitnya. Faktanya pelayanan masih tetap dilakukan.
Baca juga: Nakes dan Dokter Demo di RSUD Scholoo Keyen Sorong Selatan, Direktur: Itu Tidak Benar
"Jadi begini utang itu memang ada, tapi bukan berarti pelayanan tidak berjalan di Rumah Sakit Scholoo Keyen. Faktanya walau pun ada persolan itu namun pelayanan tetap berjalan seperti biasanya," tegas putra asal Makassar ini ketika ditemui wartwan TribunSorong.com, Selasa (6/5/2023).
Ia melanjutkan, pemberitaan mengenai utang menumpuk itu, akan membuat pandang orang bahwa utang rumah sakit dari tahun ke tahun mengalami penambahan atau bertambah dari tahun ke tahun.
Baca juga: Sejumlah Nakes RSUD Scholoo Keyen Akan Dipindahkan ke Puskesmas, Direktur: Kami Upayakan Barter
Justru sebaliknya, terjadi penurunan yang cukup signifikan untuk pengadaan alkes.
"Fakta sebenarnya itu utang rumah sakit dibayar perlahan dan kini sudah mengalami penurunan. Dan tentunya pihak manajemen akan berupaya supaya, seluruh utang akan terbayar dengan tuntas," ungkapnya.
Baca juga: Utang Menumpuk, Perusahaan Farmasi Blacklist RSUD Scholoo Keyen Sorong Selatan
Katanya lagi, Rumah Sakit Scholoo Keyen, hingga kini masih menjadi rumah sakit rujukan yang meliputi wilayah Sorong Selatan Maybrat, dan sebagian dari Kabupaten Tambrauw.
"Rumah sakit tentu akan bermitra dengan pihak lain, dalam proses pengadaan baik itu Alkes, bahan medis habis pakai mau pun obat-obatan. Dan jika terjadi utang, pihak rumah sakit tentu akan berpikir untuk melakukan pembayaran itu," jelasnya.
Baca juga: RSUD Scholoo Keyen Krisis Obat-obatan, Pasien Sering Dirujuk ke Kota Sorong
Dirinya mengatakan laporan kejadian mengenai rumah sakit sudah diketahui pihak Kementerian Kesehatan. Dan Rumah Sakit sudah melakukan klarifikasi serta penjelasan mengenai hal tersebut.
"Kita sudah menyampaikan itu kepada Kemenkes dengan kondisi yang sebenarnya. Tapi mengenai bahan medis habsi pakai itu pihak pengadaan mengatakan bahwa persediaan bisa mencapai satu tahun," ucapnya.
Baca juga: Akreditasi Rumah Sakit Scholoo Keyen Dibatalkan, Ihsan: Ruangan dan Gedung Tidak Layak
Disamping alokasi anggaran yang diberikan oleh pemerintah daerah Sorong Selatan, rumah sakit juga akan melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan provinsi Papua Barat Daya bahakan Kemenkes sehingga persoalan yang terjadi di rumah sakit dapat terselesaikan dengan baik
Dirinya juga meminta agar, pemberitaan yang berdampak negatif terhadap pelayanan rumah sakit, terutama soal kepercayaan masyarakat harus dihindari. Sebab masyarakat tidak punya pilihan lain untuk berobat di rumah sakit lain yang ada di Sorong Selatan. (tribunsorong.com/Paulus Pulo)