Senin, 20 April 2026

Wisata Raja Ampat

Guy Cave di Teluk Mayalibit Raja Ampat Tercatat Sebagai Situs Warisan Dunia

Salah satunya dapat ditemui di Teluk Mayalibit di sebelah Utara Kota Waisai Raja Ampat.

Tayang:
Penulis: Willem Oscar Makatita | Editor: Milna Sari
zoom-inlihat foto Guy Cave di Teluk Mayalibit Raja Ampat Tercatat Sebagai Situs Warisan Dunia
TRIBUNSORONG.COM/WILLEM OSCAR MAKATITA
Guy Cave di kawasan Teluk Mayalibit Kabupaten Raja Ampat, terdaftar dalam Geosite Geopark Raja Ampat. 

TRIBUNSORONG.COM, WAISAI - Kabupaten Raja Ampat Papua Barat Daya dikenal berbagai situs warisan Geosite Geopark yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Salah satunya dapat ditemui di Teluk Mayalibit di sebelah Utara Kota Waisai Raja Ampat.

Situs Guy Cave ini kini tercatat sebagai Geosite yang dilindungi dan dilestarikan oleh pemerintah Kabupaten Raja Ampat selain itu gua ini pun menjadi tempat pariwisata dan penelitian kepurbakalaan.

20230918_Mayalibit Kabupaten Raja Ampat
Guy Cave di kawasan Teluk Mayalibit Kabupaten Raja Ampat, terdaftar dalam Geosite Geopark Raja Ampat.

Gua ini merupakan salah satu gua alam yang memiliki ornament di dalamnya, yang berupa stalaktit, stalakmit dan flowstone.

Dilansir dari situs resmi Geopark Raja Ampat geoparkrajaampat.com, situs warisan gua Guy (Gua Orang) ini berasal dari Batu gamping Formasi Waigeo yang tersingkap di pinggir barat Teluk Mayalibit, yang kemudian mengalami karstifikasi-lanjut dan membentuk lorong gua pendek. 

Baca juga: Kadis PUPR Raja Ampat Tegaskan Pihak Ketiga Selesaikan Pekerjaannya Sesuai Target

Mulut gua yang berada sekitar 5 meter di atas muka laut ini berbangun melengkung, dengan lebar 5 meter dan tinggi 3 meter. 

Stalaktit, stalakmit dan flowstone menjadi hiasan gua yang dijumpai di dalam lorong buntu sepanjang 10 m ini. 

Baca juga: Kenakan Rompi Merah, Selviana Wanma Sebut Berkatnya Raja Ampat Dialiri Listrik dan Diminati Wisman

Dasar gua dilapisi oleh sedimen gua berupa pasir lepas yang banyak mengandung kepingan tulang vertebrata dan cangkang moluska.

Tulang dan cangkang ini diduga merupakan sampah dapur, yaitu sisa-sisa makanan manusia prasejarah yang pernah tinggal di dalam gua.

Kapan gua mulai dihuni atau menjadi tempat persinggahan manusia prasejarah, sampai saat ini belum diketahui. (Tribun Sorong.com/Willem Oscar Makatita)

 

Sumber: TribunSorong
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved