Lingkungan Hidup
Tanam 150 Pohon di Sorong, Cara BBKSDA dan Mitra Sulap Sempadan Sungai Jadi Koridor Satwa
BBKSDA Provinsi Papua Barat menggelar aksi penanaman pohon di Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Penulis: Safwan | Editor: Ilma De Sabrini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20240207_penanaman-pohon-oleh-BKSDA-Papua-barat-daya.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Provinsi Papua Barat menggelar aksi penanaman pohon di Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Aksi tersebut melibatkan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), hingga Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) Papua Barat Daya.
Baca juga: Tanam Pohon di Sekitar Kantor Bupati Maybrat, Bernhard Ajak Jaga Keasrian dan Pelestarian Lingkungan
Kepala Kantor BBKSDA Papua Barat Johny Santoso mengatakan, aksi penanaman pohon di Kilometer 16 Kota Sorong dalam rangka peringatan hari lahan basa sedunia.
"Kita laksanakan penanaman 150 bibit pohon berbagai jenis di lahan seluas satu hektar di Kilometer 16 Kota Sorong," ujar Johny di Kota Sorong, Rabu (7/2/204).
Ia berujar, jenis bibit pohon yang di tanam secara serentak di awal musim penghujan yakni jambu, matoa, rambutan serta durian.
Penanaman 150 bibit pohon dan buah itu di sekitar areal sempadan sungai tak jauh dari Taman Wisata Alam (TWA) Sorong hingga Hutan Mangrove dekat Stadion Wombik.
"Areal ini sangat strategis karena berada dekat pusat Kantor Gubernur Papua Barat Daya serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Sorong," katanya.
Melalui aksi tersebut, areal sempadan sungai itu akan menjadi koridor satwa dari hutan mangrove hingga TWA Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Baca juga: Dukung Program FORCLIME, BKSDA Papua Barat Pinjamkan Satu Aset untuk Dinas LHKP PBD
Ia bersyukur, aksi penanaman pohon kali ini bisa mendapatkan dukungan dari BRGM, Balai Wilayah Sungai, Pemerintah daerah dan Kelompok Tani Hutan Matoa.
"Kami ingin aksi penanaman pohon ini ke depan bisa menyumbang air dan udara yang sehat bagi manusia termasuk menjadi rumah bagi satwa endemik," jelasnya.
Diketahui, luas areal konservasi TWA Sorong berkisar 945,9 hektare dan areal Mangrove yang harus dilindungi.
Konsep Pembangunan
Kepala Dinas LHKP Papua Barat Daya Kelly Kambu menuturkan, kegiatan ini tak hanya sekadar seremonial, melainkan memiliki nilai berkelanjutan.
"Kami dorong aksi tanam pohon karena saat ini bumi tak lagi seperti dulu, sekarang bumi sudah sangat mendidih," katanya.
Baca juga: Jaga Hutan Adat, Pemuda Sorong Tolak Oligarki di Papua Barat Daya
Ia berujar, sebagai generasi tua di Tanah Papua pihaknya tak tega meninggalkan air mata untuk anak cucu, seharusnya meninggalkan mata air untuk mereka.