Paroki Santo Yoseph Ayawasi
Umat di Bori Maybrat Peringati Hari Raya Pelindung Santa Monika dan HUT Ke-26 Stasi
Rangkaian peringatan di antaranya Misa Syukur bersama yang dilalsanakan di Gereja Katolik Stasi Santa Monika Bori, Selasa (27/8/2024).
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Jariyanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20240828_misa-syukur-di-gereja-stasi-monika-bori-ayawasi-maybrat.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, KUMURKEK - Umat Katolik Stasi Santa Monika Bori Paroki Santo Yospeh Ayawasi di Kampung Bori, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya memperingati Hari Raya Pelindung Santa Monika.
Rangkaian peringatan di antaranya Misa Syukur bersama yang dilalsanakan di Gereja Katolik Stasi Santa Monika Bori, Selasa (27/8/2024).
Baca juga: Salib Utama Gereja Santo Yoseph Freinademetz Paroki AJ Terpancang Megah di Atas Menara Lonceng
Ibadah yang dipimpin Pastor Paroki Santo Yoseph Ayawasi Felix Janggur OSA tersebut juga turut diselingi pemotongan kue HUT ke-26 berdirinya Stasi Santa Monika Bori.
Ketua Dewan Stasi Santo Monika Bori Anastasia Saa menyampaikan, ibadah syukuran dalam rangka memperingati Hari Pelindung Santa Monika pada 27 Agustus dan syukuran berdirinya Stasi Monika Bori yang ke-26 tahun.
"Kami atas nama umat Stasi Monika Bori bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada pastor paroki seluruh umat dan juga semua pihak yang terlibat dalam sykuran ini," ucapnya.
Anastasia berharap, melalui perayaan syukur ke-26 tahun ini, kekeluargaan umat Katolik Stasi Santa Monika Bori makin rukun, erat dan kokoh dalam satu kesatuan iman bersama kristus.
"Hal-hal yang tidak sejalan dengan iman katolik agar ditanggalkan, kita harus bersatu untuk membangun stasi santa Monika Bori yang lebih maju kedepan," iata Anastasia.
Baca juga: Beri Asupan Makanan Bergizi Cara Pemerintah Kampung Ayawasi Timur Maybrat Cegah Stunting
Ia juga meminta agar umat katolik stasi monika bori terus merajut persatuan, terutama dalam menjelang momen politik.
Anastasia ingin urusan politik jangan dicampuradukkan dengan urusan iman dan gereja, sehinggar harus sama-sama menjaga keseimbangan, stabilitas maupun keamanan bersama sebagai umat. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)