Selasa, 21 April 2026

Papua Barat Daya

96 Mama-mama Papua Ikut Pelatihan Anyam Tas dan Kerang di Pulau Dewata

96 Mama-mama Papua ikut pelatihan kerajinan kerang dan menganyam di Kuta, Provinsi Bali, Senin (18/11/2024).

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto 96 Mama-mama Papua Ikut Pelatihan Anyam Tas dan Kerang di Pulau Dewata
ISTIMEWA
96 Mama-mama Papua ikut pelatihan kerajinan kerang dan menganyam di Kuta, Provinsi Bali, Senin (18/11/2024). 

TRIBUNSORONG.COM - 96 Mama-mama Papua ikut pelatihan kerajinan kerang dan menganyam di Kuta, Provinsi Bali, Senin (18/11/2024).

Pelatihan puluhan Mama-mama Papua ini diinisasi oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Provinsi Papua Barat Daya.

Baca juga: Ibadah Oikumene Perangkat Daerah Papua Barat Daya, Pendeta Ingatkan Keteladanan Kristus

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos PPPA Fenti Henry Talane mengatakan, kerajinan tangan dibuat oleh para pengrajin asli Bali memiliki nilai ekonomis tinggi bahkan go internasional.

"Bali bukan hanya dikenal dengan destinasi wisatanya, akan tetapi dikenal sebagai daerah memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, khususnya di bidang kerajinan," kata Fenti Henry Talane.

Ia berujar, pihaknya mengajak mama-mama Papua punya besik pengrajin anyaman dan kerang untuk datang menambah ilmu di Bali.

Dengan belajar langsung cara membuat anyaman tas dan kerang pada pengrajin di Bali diharapkan Mama-mama Papua bisa aplikasikan.

"Kalau mereka sudah tahu cara buat kerajinan baik dan bagus, maka diharapkan kerajinan yang dibuat memiliki nilai ekonomis tinggi dan laku dijual kepada para wisatawan yang datang berkunjung ke Papua Barat Daya," ucap dia.

Baca juga: 2 Atlet asal SMAN Seremuk Sorong Selatan Wakili Papua Barat Daya Ajang Kejurnas 2024 Cabang Petanque

Tidak hanya itu, kata Fenti, jika hasil kerajinan mama pengrajin laku dijual maka otomatis akan menambah penghasilan mereka dan juga dapat mengangkat nama Provinsi Papua Barat Daya ke kancah dunia pariwisata. 

“Peserta yang ikut kegiatan ini berjumlah 96 orang, berasal dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Tambrauw," jelasnya. 

Baca juga: Pinjol Ilegal di Papua Barat Daya jadi Topik Reses Perdana Anggota DPD RI Mamberob dengan OJK

Sementara itu, narasumber yang merupakan salah satu pelaku UMKM dan pengrajin di Bali I Made Kanan Jaya  menyatakan, kunci kesuksesan seorang pengrajin adalah rajin dan harus terus berinovasi.

"Pengrajin harus rajin dan bisa berinovasi. Cari tahu apa yang disukai oleh wisatawan mancanegara, itu yang harus dibuat supaya bisa laku dijual," ucapnya.

Menurut I Made, berdasarkan pengalamannya, wisatawan mancanegara lebih senang membeli pernak-pernik yang berukuran kecil seperti gantungan kunci, bros dan lampion atau lampu-lampu tidur.

"Saya akan memberikan trik-trik agar hasil kerajinan yang mereka buat bisa memiliki nilai ekonomi tinggi. Kerajinan yang akan kami ajarkan adalah yang memiliki ciri khas kearifan lokal Papua Barat Daya," tandasnya. (tribunsorong.com/petrus bolly lamak)

Sumber: TribunSorong
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved