Pramuka
Edukasi Bahaya Radikalisme, Densus 88 Beri Pemahaman ke Anggota Pramuka
AKBP Guntur Andriyanto menegaskan, bahwa ancaman radikalisme dapat menyasar siapa saja, termasuk generasi muda.
Penulis: Ismail Saleh | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20250222_pramuka-densus-88.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Gerakan Pramuka Kota Sorong mencatat sejarah dengan menghadirkan 1.700 peserta dalam Upacara Bhineka Tunggal Ika dan Perkemahan Akbar dalam rangka HUT ke-168 Baden Powell.
Baca juga: 1.700 Pramuka Siaga hingga Pandega di Kota Sorong Ikut Kemah Akbar HUT Ke-168 Baden Powell
Acara yang berlangsung di Klasis GKI Sorong, Kelurahan Saoka, Distrik Sorong Barat, pada Jumat (21/2/2025) ini mengusung tema “Bersatu dan Berkarya Membangun Generasi Hebat”.
Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan dan kebangsaan.
Baca juga: Pesan Pjs Bupati Raja Ampat untuk Peserta Kemah Pramuka Gudep SMA IT Peradaban Al Izzah Sorong
Di tengah kegiatan tersebut, Kasatgaswil Papua Barat Densus 88 AT Mabes Polri, AKBP Guntur Andriyanto, hadir memberikan pemahaman kepada peserta Pramuka tentang pentingnya mencegah paham radikal dan menjaga persatuan bangsa.
Dalam pemaparannya, KBP Guntur Andriyanto menegaskan, bahwa ancaman radikalisme dapat menyasar siapa saja, termasuk generasi muda.
Baca juga: Bentrokan di Kilometer 9 Kota Sorong: 2 Pemuda Kokoda Tertembak, Polisi Dituding Berpihak
Oleh karena itu, Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter harus berperan aktif dalam mencegah penyebaran paham ekstrem yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
“Pramuka adalah generasi penerus bangsa yang harus menjadi benteng bagi keutuhan NKRI. Jangan mudah terpengaruh oleh ajakan-ajakan yang menyesatkan, apalagi melalui media sosial,” tegas Guntur Andriyanto.
Ia juga menyoroti bahwa kelompok radikal sering menyusup melalui narasi intoleransi dan kebencian yang, jika tidak diantisipasi, bisa menjadi cikal bakal tindakan terorisme.
Untuk itu, ia mengajak seluruh anggota Pramuka agar kritis dalam menerima informasi, memperkuat rasa kebangsaan dan aktif melaporkan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Kompleks di Kota Sorong Memanas, Saling Serang dengan Panah dan Tombak
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebersamaan dan toleransi di kalangan anak muda.
Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, ia berharap setiap anggota Pramuka bisa menjadi agen perubahan yang membawa kedamaian dan persatuan dalam masyarakat.
Baca juga: IMM Kota Sorong Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Dorong Kebijakan Pro Rakyat
Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari peserta.
Salah satu anggota Pramuka mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat membuka wawasan tentang bahaya radikalisme dan pentingnya selektif dalam menerima ajaran atau informasi yang dapat merusak persatuan bangsa.
Baca juga: Wali Kota Sorong Terpilih bersama Wakil Lobat-Anshar Ikut Pengarahan dan Gladi Kotor Pelantikan
Perkemahan Akbar ini akan berlangsung hingga 25 Februari 2025, dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, dan rasa cinta tanah air bagi generasi muda di Kota Sorong.
Dengan adanya edukasi langsung dari Densus 88, diharapkan Pramuka bisa menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham radikal dan menjaga keutuhan NKRI. (tribunsorong.com/ismail saleh)