Kamis, 28 Mei 2026

Hikmah Ramadan 2025

Merawat Kemabruran Puasa bagian 3: Mengontrol Tabungan Sosial 

Wujud penyetoran RTS bisa dalam bentuk menjalankan ibadah khusus seperti menjalankan fungsi-fungsi kehambaan, seperti salat, berzikir, berpuasa.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Jariyanto
zoom-inlihat foto Merawat Kemabruran Puasa bagian 3: Mengontrol Tabungan Sosial 
Freepik
TABUNGAN SOSIAL - Ilustrasi salat. Ibadah ini merupakan satu dari sejumlah wujud penyetoran rekening tabungan sosial (RTS) dalam bentuk menjalankan fungsi-fungsi kehambaan sebagai makhluk ciptaan Tuhan. 

Oleh: Prof., Dr., K.H. Nasaruddin Umar, M.A. (Menteri Agama RI)

TRIBUNSORONG.COM - Melestarikan kemabruran puasa Ramadan maupun ubudiyah Ramadaan lainnya diperlukan suasana batin untuk tetap memelihara tabungan sosial (social saving) yang selama ini dilakukan.

Misalnya, bersedekah, berjariyah, dan berinfak, dan berbagai hal yang bisa menyenangkan dan memberdayakan umat dan masyarakat.

Seperti layaknya sebuah rekening tabungan sosial (RTS), adakalanya kita menyimpan dan adakalanya kita menarik.

Baca juga: Merawat Kemabruran Puasa bagian 2: Dimulai dengan Niat yang luhur

Jika kita banyak menyetor ke dalam RTS maka sudah barang tentu akan memberikan efek positif ke dalam pikiran dan suasana batin kita.

Sebaliknya jika RTS tidak pernah bertambah, bahkan terus ditarik hingga yang muncul saldo minus, maka sudah barang tentu akan memberikan efek negatif ke dalam pikiran dan suasana batin kita.

Wujud penyetoran RTS bisa dalam bentuk menjalankan ibadah khusus seperti menjalankan fungsi-fungsi kehambaan, seperti salat, berzikir, berpuasa, mengeluarkan zakat, dan malaksanakan haji, tadarusan, mengikuti pengajian, dan lain sebagainya.

Baca juga: Hikmah Ramadan: Merawat Kemabruran Puasa bagian 1, Meneguhkan Visi Kehidupan

Bisa juga dalam bentuk menjalankan ibadah-ibadah sosial seperti menjalankan fungsi-fungsi kekhalifahan, misalnya melestarikan lingkungan hidup, membantu fakir miskin, membersihkan fasilitas umum, berkata jujur, dan lain sebagainya.

Sedangkan wujud penarikan RTS bisa dalam bentuk meninggalkan perintah Tuhan, sepeti meninggalkan salat, puasa wajib, zakat, haji, dan kewajiban agama lainnya.

Demikian pula mengerjakan larangan Tuhan, seprti berzina, berbohong, hasad, munafik, sumpah palsu, membuka aurat, makan makanan tidak haram, khiyanat, tidak menepati janji, dan lain sebagainya.

Banyak ayat yang mengimbau agar manusia mengoptimalkan penyetoran RTS, antara lain, "Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan".  (Q.S. al-Baqarah/2:110).

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasannya) pula". (Q.S.al-Zalzalah/99:7-8).

Banyak juga ayat yang mengingatkan agar manusia ,menghindari untuk melakukan penarikan TRS seperti, "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Q.S. al-Nisa’/4:110).

"Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah". (Q.S. al-Nisa’/4:123).

Baca juga: Lapak Musiman di Jalan Sungai Maruni KM 10 Sorong Jajakan Aneka Takjil Berbuka Puasa Ramadan 1446 H

Dampak positif penyetoran ke RTS antara lain suasana batin lebih tenang, tentram, segar, dan bahagia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved