Tokoh Papua Barat Daya Berpulang
Bukan Sekadar Hakim, Andi Asmuruf Dikenang Sebagai Sosok Penuh Kepedulian
Ia bilang, Andi Asmuruf dikenal luas sebagai pejuang pemekaran wilayah yang kini menjadi Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Penulis: Angela Cindy | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20250422_Ketua-Haki-Papua-Brat-Daya.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Papua Barat Irwanudin menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Andi Asmuruf, sosok hakim yang dikenal berdedikasi tinggi dan penuh kepedulian.
“Beliau bukan hakim biasa. Di tengah kesibukannya menangani perkara, almarhum tetap aktif dalam kegiatan sosial dan peduli terhadap masyarakat. Dedikasinya luar biasa,” ujar Irwanudin usai upacara pelepasan jenazah di Kantor Pengadilan Tinggi Sorong IB, Selasa (22/4/2025).
Baca juga: Sukacita dan Syukur Warnai Penutupan Kemping Paskan dan Peneguhan Sidih di Akmuri Tambrauw
Ia bilang, Andi Asmuruf dikenal luas sebagai pejuang pemekaran wilayah yang kini menjadi Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Perannya menjadikannya figur yang dihormati di dunia peradilan dan dicintai masyarakat.
“Beliau adalah teladan sejati. Profesi hakim dijalani bukan hanya di meja hijau, tetapi juga untuk mengabdi kepada rakyat. Kami sangat kehilangan,” tutup Irwanudin.
Baca juga: Tokoh Pemekaran Papua Barat Daya Berpulang, Isak Tangis Iringi Kedatangan Jenazah di Bandara DEO
Upacara Penghormatan
Suasana haru menyelimuti Kantor Pengadilan Tinggi Sorong IB, Kota Sorong, Selasa (22/4/2025), saat ratusan pelayat memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Andi Asmuruf.
Ia bukan hanya dikenal sebagai hakim senior dan anggota Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI), tetapi juga sebagai tokoh sentral dalam perjuangan pemekaran Provinsi Papua Barat Daya.
Upacara penghormatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Papua Barat Budi Santoso sebagai wujud penghargaan mendalam atas jasa dan dedikasi almarhum.
Acara ini juga menjadi implementasi amanat organisasi IKAHI sebagaimana tertuang dalam Surat IKH No. 85-PP IKH-Rumawi 10-2020.
Baca juga: NU Papua Barat Daya Gelar Halal Bihalal, Penting Wujudkan Pesan Presiden Soekarno
Dalam sambutannya, Budi Santoso menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian sosok yang selama ini dikenal sebagai pejuang hukum dan masyarakat.
“Saudara Andi Asmuruf adalah sosok teladan hakim yang tidak hanya berdedikasi tinggi di bidang hukum, tetapi juga seorang pejuang pemekaran wilayah yang perannya begitu besar dalam sejarah berdirinya Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya,” ungkap Budi.
Baca juga: IMEKKO Kota Sorong Tegas Tolak Gerakan Separatis di Papua Barat Daya
Andi Asmuruf dikenang sebagai pribadi sederhana yang tak ingin merepotkan orang lain, bahkan di detik-detik terakhir hidupnya.
Diketahui, sehari sebelum wafat, beliau masih memimpin persidangan di Jayapura hingga pukul 21.00 malam tanpa menunjukkan keluhan.
Baca juga: Suasana Haru Iringi Upacara Penghormatan Terakhir Tokoh Pemekaran Papua Barat Daya Andi Asmuruf
Keesokan harinya, beliau mengalami gangguan kesehatan ringan dan menghembuskan napas terakhir dalam damai, tanpa sempat dirawat lama di rumah sakit.
“Kami sangat kehilangan, namun kami percaya beliau telah berpulang dalam pelukan Tuhan Yang Maha Pengasih,” lanjut Budi Santoso.