Selasa, 12 Mei 2026

Pendapatan Daerah

Wali Kota Sorong Targetkan PAD Naik Dua Kali Lipat Lewat Digitalisasi Pajak

Wali Kota Sorong Septinus Lobat target Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dua kali lipat dengan penerapan sistem digitalisasi pajak daerah.

Tayang:
Penulis: Ismail Saleh | Editor: Petrus Bolly Lamak
zoom-inlihat foto Wali Kota Sorong Targetkan PAD Naik Dua Kali Lipat Lewat Digitalisasi Pajak
TRIBUNSORONG.COM/ISMAIL SALEH
PENINGKATAN PAD - Wali Kota Sorong Septinus Lobat target Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dua kali lipat dengan penerapan sistem digitalisasi pajak daerah. Itu disampaikannya usai membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat SD/MI se-Kota Sorong di Gedung L Jitmau, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (29/4/2025). 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Wali Kota Sorong Septinus Lobat target Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dua kali lipat dengan penerapan sistem digitalisasi pajak daerah.

Itu disampaikannya usai membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat SD/MI se-Kota Sorong di Gedung L Jitmau, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (29/4/2025).

Baca juga: Buka Lomba Cerdas Cermat, Wali Kota Sorong: Pendidikan Investasi Masa Depan

Menurut Lobat, selama ini pengelolaan PAD di Kota Sorong masih dilakukan secara manual oleh dinas terkait maupun pihak ketiga, sehingga rawan terjadi kebocoran.

“Program 100 hari ini kami fokus pada penataan PAD berbasis digital, karena sistem manual selama ini banyak celah. Sudah saatnya kami ubah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, ke depan seluruh hotel, restoran, dan rumah makan di Kota Sorong akan dipasangi alat perekam transaksi untuk memastikan setiap transaksi tercatat dan masuk dalam sistem pajak daerah.

“Sekitar 200 alat perekam sudah kami siapkan, tahap awal 118 unit akan dipasang. 10 persen dari setiap transaksi itu langsung masuk ke Bank Papua,” jelas Septinus.

Baca juga: Wali Kota Sorong Apresiasi Rekomendasi DPR untuk Penyempurnaan Kinerja

Ia berharap, penerapan sistem ini dapat meningkatkan PAD Kota Sorong dari sebelumnya Rp140 miliar per tahun menjadi Rp300 miliar.

“Kalau uang kita cukup, membangun Kota Sorong itu gampang. Kota ini kecil, dari Saoka sampai Kilometer 18. Tapi tanpa uang, semua ide pembangunan hanya jadi wacana,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk bersikap jujur dan ikut serta membangun daerah secara serius.

“Kami butuh kejujuran dari teman-teman pengusaha. Jangan nakal. Kalau semua kompak, kita bisa bangun kota ini lebih cepat,” pungkasnya. (tribunsorong.com/ismail saleh)

Sumber: TribunSorong
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved