Sabtu, 9 Mei 2026

Arti Kata

Apa Arti Kata Grey Divorce? Ternyata Ini Alasan Pasangan Lansia Memilih Bercerai

Berikut arti kata grey divorce, kondisi yang makin marak terjadi pada pasangan lansia. 

Tayang:
Editor: Intan
zoom-inlihat foto Apa Arti Kata Grey Divorce? Ternyata Ini Alasan Pasangan Lansia Memilih Bercerai
Freepik
PASANGAN LANSIA - Ilustrasi pasangan lansia yang rumantis diunduh dari freepik Senin 9 Juni 2025. Arti kata grey divorce 

TRIBUNSORONG.COM - Berikut arti kata grey divorce, kondisi yang makin marak terjadi pada pasangan lansia. 

Keharmonisan pasangan suami istri bisa berubah dari tahun ke tahun. 

Bahkan perceraian dipilih oleh mereka yang merasa rumah tangganya tak dapat dipertahankan lagi. 

Istilah grey divorce atau perceraian usia senja semakin sering disebut setidaknya beberapa tahun belakangan. Tingkat perceraian di antara pasangan berusia 65 tahun ke atas adalah 15 persen pada tahun 2022, sekitar tiga kali lipat dari tingkat tersebut pada tahun 1990-an untuk kelompok usia yang sama, menurut Institute for Family Studies.

Baca juga: Arti Kata Semboyan KH Dewantara Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani

Baca juga: Apa Arti Kata Crab Mentality? Sifat Toxic yang Perlu Dihindari, Simak Cara Mengatasinya

Angka-angka ini membuka mata karena tingkat perceraian secara keseluruhan telah menurun secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Sementara itu, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, tingkat perceraian dan pembatalan pernikahan di AS secara keseluruhan pada tahun 2020-an memiliki kisaran rendah, yakni 2,3-2,5 % per 1.000 total populasi.

Tahun dengan tingkat perceraian tertinggi terjadi pada tahun 2020, yaitu puncak pandemi COVID-19. Pada tahun 2022 terjadi 673.989 perceraian dan pembatalan pernikahan di AS. Namun, terlepas dari angkanya, sebenarnya apa yang membuat pasangan berpisah di usia yang sudah senja? Simak informasi yang dilansir Hindustan Times berikut ini!

Apa Itu Grey Divorce?

Grey divorce merujuk pada keputusan untuk bercerai yang terjadi pada pasangan lansia—biasanya di atas usia 50 tahun—yang telah menjalani pernikahan dalam waktu yang lama. Dalam beberapa kasus, pasangan tidak benar-benar mengurus perceraian secara hukum, namun memilih hidup terpisah: ada yang tinggal sendiri, bersama anak-anak, atau di tempat lain.

Fenomena ini menjadi semakin umum, terutama karena perubahan nilai-nilai dalam pernikahan dan pergeseran peran dalam keluarga.

Penyebab Umum Grey Divorce

1. Pernikahan Berdasarkan Kewajiban, Bukan Kecocokan Emosional

Banyak pasangan generasi sebelumnya menikah dengan fondasi tanggung jawab dan komitmen, bukan karena kedekatan emosional. Seiring waktu, individu dalam pernikahan bisa tumbuh ke arah yang berbeda dan menyadari bahwa hubungan tersebut sudah tidak lagi bermakna atau memuaskan secara batin.

2. Sindrom Sarang Kosong (Empty Nest Syndrome)

Setelah anak-anak dewasa dan meninggalkan rumah, pasangan lansia kerap merasa kehilangan tujuan bersama. Saat tidak ada lagi "proyek bersama" seperti membesarkan anak, mereka menyadari sudah tidak memiliki banyak kesamaan atau koneksi emosional satu sama lain.

3. Perselingkuhan dan Kebutuhan Emosional yang Tak Terpenuhi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved