Kabupaten Sorong
Kemenag Sorong dan INKLUSI Gelar Workshop Cegah Perkawinan Anak
Upaya pencegahan harus diperkuat melalui edukasi dan penguatan pemahaman hukum serta nilai-nilai agama yang benar.
Penulis: Ismail Saleh | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20250626_sosialisasi.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sorong bekerja sama dengan Program INKLUSI (Inklusi Sosial) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Workshop Inisiasi Pencatatan Peristiwa Perkawinan yang berlangsung di Aimas Hotel and Convention Center, Rabu (25/6/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan kelurahan dari lokus dampingan, penyuluh agama Islam, serta dai dan daiah yang berperan sebagai garda terdepan dalam edukasi keagamaan di masyarakat.
Baca juga: Bidan Adalah Pilar Penting Menuju Indonesia Emas 2045
Kepala Tata Usaha Kemenag Kabupaten Sorong Lukas Sodi Reba berharap para dai dan daiah bisa menjadi agen perubahan dalam menyampaikan nilai-nilai moderasi beragama yang inklusif dan responsif terhadap isu-isu aktual.
“Kami mendorong para dai dan daiah untuk membawa semangat moderasi beragama yang santun dan adaptif, khususnya dalam merespons isu-isu seperti praktik perkawinan anak yang masih terjadi di lapangan,” ujar Lukas.
Narasumber utama dalam kegiatan ini Kepala KUA Kecamatan Seget Sunarto menyoroti masih tingginya angka perkawinan anak di wilayah Kabupaten Sorong.
Menurutnya, upaya pencegahan harus diperkuat melalui edukasi dan penguatan pemahaman hukum serta nilai-nilai agama yang benar.
“Pencegahan adalah solusi utama, dan harus kita lakukan bersama,” tegas Sunarto.
Baca juga: Poktan Kabupaten Sorong Terima Alsintan dari Anggota DPR RI Robert Kardinal, Genjot Produktivitas
Field Coordinator Sub Mitra Program INKLUSI Kabupaten Sorong Rusyaid dalam laporannya menyampaikan, pentingnya kolaborasi multipihak dalam membangun sistem pencatatan perkawinan yang inklusif, legal, dan terstruktur.
“Edukasi dari mereka bisa menjangkau lebih luas dan menyentuh langsung akar persoalan,” jelas Rusyaid.
Workshop ini juga menjadi ruang penguatan kapasitas bagi peserta, terutama dalam memahami tidak hanya aspek administratif pencatatan perkawinan, tetapi juga pemahaman agama yang kontekstual serta peka terhadap tantangan sosial di masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak tokoh agama, penyuluh, dan pemangku kepentingan lainnya yang aktif dalam mendorong pencatatan perkawinan yang sah, serta mencegah praktik perkawinan anak di Kabupaten Sorong. (tribunsorong.com/ismail saleh)
| DPRP Papua Barat Daya Bahas Proyek Sawit Rp24 Triliun di Kabupaten Sorong, Ini Daftar Perusahaannya |
|
|---|
| Warga Malasom Kabupaten Sorong Belajar Daur Ulang Sampa Rumah Tangga Jadi Pot dan Anyaman |
|
|---|
| Wagub Nausrau: Kabupaten Sorong Jadi Motor Kemajuan Provinsi Papua Barat Daya |
|
|---|
| Gerakan Pangan Murah Dinas Ketahanan Pangan Bantu Ekonomi Warga di Momen HUT 58 Kabupaten Sorong |
|
|---|
| Peserta dari Berbagai Distrik se-Kabupaten Sorong Unjuk Kreasi Lomba Menu Pangan Lokal, Ini Juaranya |
|
|---|