Persipura
Presiden Prabowo Diminta Evaluasi Ketum PSSI Imbas Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe Papua
Presiden Prabowo Subianto didesak mengevaluasi Ketum PSSI atas insiden kerusuhan usai pertandingan Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260510_perusakan-fasilitas-stadion.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kerusuhan berujung anarkisme pecah usai pertandingan playoff Championship antara Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026).
- Tokoh olahraga sekaligus pengusaha muda Papua mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kinerja Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
- Kegagalan mengantisipasi amuk massa di stadion sebagai bentuk ketidaksiapan federasi dalam mengelola gairah suporter yang besar.
Â
TRIBUNSORONG.COM, JAYAPURAÂ - Kerusuhan berujung anarkisme pecah usai pertandingan playoff Championship antara Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026).
Peristiwa ini menuai kritik dari berbagai pihak mengenai tata kelola sepak bola nasional serta lemahnya antisipasi keamanan yang dianggap menjadi pemicu eskalasi massa.
"Ini menunjukkan adanya kelemahan dalam pengelolaan kompetisi nasional, khususnya dari sisi antisipasi keamanan suporter," Galang Puja Purboyo, tokoh olahraga sekaligus pengusaha muda Papua dalam keterangannya di Jayapura, Sabtu (9/5/2026).
Â
Ia menilai aspek pengamanan dan mitigasi kerawanan suporter masih jauh dari standar yang diharapkan.
Galang pun mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kinerja Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Pemerintah pusat harus melihat insiden ini sebagai tanda perlunya reformasi menyeluruh dalam sistem penyelenggaraan olahraga nasional.
Baca juga: Kronologi, Kekecewaan, Tindakan Keamanan hingga Dampak dari Pertandingan Persipura vz Adhyaksa FC
Kegagalan mengantisipasi amuk massa di stadion sebagai bentuk ketidaksiapan federasi dalam mengelola gairah suporter yang besar.
"Kejadian ini adalah indikator kegagalan Ketum PSSI dalam mengelola dunia olahraga kita," ucap Galang.
Selain menuntut evaluasi di tingkat pusat, Galang juga mendukung penuh langkah aparat kepolisian untuk mengidentifikasi dan memproses hukum para pelaku perusakan fasilitas stadion serta pembakaran puluhan kendaraan.
Ia berharap adanya perbaikan sistemik agar fanatisme suporter, khususnya di Papua, tidak lagi berujung pada tindakan anarkis yang merugikan fasilitas publik dan masyarakat sekitar.
Hingga kini, pihak PSSI pusat belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan evaluasi tersebut, sementara aparat keamanan masih fokus pada proses penyidikan di lapangan.
Polisi tangkap 14 orang
Polres Jayapura menangkap 14 orang yang diduga terlibat dalam kericuhan pascapertandingan playoff antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC, Sabtu (9/5/2026).
Insiden di Stadion Lukas Enembe tersebut mengakibatkan belasan orang terluka, termasuk sejumlah aparat kepolisian, serta kerusakan kendaraan dalam jumlah besar.
"Ada 14 orang yang diamankan karena diduga terlibat dalam kericuhan. Saat ini mereka masih berada di Polres Jayapura untuk dimintai keterangan," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, Sabtu (9/5/2026).
| Tinjau Dampak Abrasi di Pulau Doom Sorong, Ketua DPRP PBD Desak Solusi Permanen Pemecah Ombak |
|
|---|
| Inilah Hasil Pengawasan WNA di Papua Barat Daya pada 2026, Imigrasi Sorong Ajak Semua Pihak Peduli |
|
|---|
| Kantongi Data Koordinat, Pemprov Papua Tengah Segera Eksekusi Tambang Liar |
|
|---|
| Pemprov Papua Barat Daya Gelontorkan Rp1,5 Miliar untuk CJH, Ini Rinciannya! |
|
|---|
| Rayakan HUT ke-59 di Jakarta, Tony Wenas Tekankan Semangat Satu Jiwa Freeport Indonesia |
|
|---|