Minggu, 10 Mei 2026

Persipura

Presiden Prabowo Diminta Evaluasi Ketum PSSI Imbas Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe Papua

Presiden Prabowo Subianto didesak mengevaluasi Ketum PSSI atas insiden kerusuhan usai pertandingan Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC.

Tayang:
Editor: Jariyanto
zoom-inlihat foto Presiden Prabowo Diminta Evaluasi Ketum PSSI Imbas Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe Papua
Tribun Papua/Paul Manahara Tambunan
PERUSAKAN FASILITAS STADION - Massa merusak sejumlah fasilitas Stadion Lukas Enembe pascapertandingan playoff antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC, Jumat (9/5/2026). Tokoh olahraga sekaligus pengusaha muda Papua Galang Puja Purboyo mendesak Presiden Prabowo mengevaluasi Ketua Umum PSSI atas kejadian ini 

Ringkasan Berita:
  • Kerusuhan berujung anarkisme pecah usai pertandingan playoff Championship antara Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026).
  • Tokoh olahraga sekaligus pengusaha muda Papua mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kinerja Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
  • Kegagalan mengantisipasi amuk massa di stadion sebagai bentuk ketidaksiapan federasi dalam mengelola gairah suporter yang besar.

 

TRIBUNSORONG.COM, JAYAPURA - Kerusuhan berujung anarkisme pecah usai pertandingan playoff Championship antara Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026).

Peristiwa ini menuai kritik dari berbagai pihak mengenai tata kelola sepak bola nasional serta lemahnya antisipasi keamanan yang dianggap menjadi pemicu eskalasi massa.

"Ini menunjukkan adanya kelemahan dalam pengelolaan kompetisi nasional, khususnya dari sisi antisipasi keamanan suporter," Galang Puja Purboyo, tokoh olahraga sekaligus pengusaha muda Papua dalam keterangannya di Jayapura, Sabtu (9/5/2026).

 

Ia menilai aspek pengamanan dan mitigasi kerawanan suporter masih jauh dari standar yang diharapkan.

Galang pun mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kinerja Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Pemerintah pusat harus melihat insiden ini sebagai tanda perlunya reformasi menyeluruh dalam sistem penyelenggaraan olahraga nasional.

Baca juga: Kronologi, Kekecewaan, Tindakan Keamanan hingga Dampak dari Pertandingan Persipura vz Adhyaksa FC

Kegagalan mengantisipasi amuk massa di stadion sebagai bentuk ketidaksiapan federasi dalam mengelola gairah suporter yang besar.

"Kejadian ini adalah indikator kegagalan Ketum PSSI dalam mengelola dunia olahraga kita," ucap Galang.

Selain menuntut evaluasi di tingkat pusat, Galang juga mendukung penuh langkah aparat kepolisian untuk mengidentifikasi dan memproses hukum para pelaku perusakan fasilitas stadion serta pembakaran puluhan kendaraan.

Ia berharap adanya perbaikan sistemik agar fanatisme suporter, khususnya di Papua, tidak lagi berujung pada tindakan anarkis yang merugikan fasilitas publik dan masyarakat sekitar.

Hingga kini, pihak PSSI pusat belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan evaluasi tersebut, sementara aparat keamanan masih fokus pada proses penyidikan di lapangan.

Polisi tangkap 14 orang

Polres Jayapura menangkap 14 orang yang diduga terlibat dalam kericuhan pascapertandingan playoff antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC, Sabtu (9/5/2026).

Insiden di Stadion Lukas Enembe tersebut mengakibatkan belasan orang terluka, termasuk sejumlah aparat kepolisian, serta kerusakan kendaraan dalam jumlah besar.

"Ada 14 orang yang diamankan karena diduga terlibat dalam kericuhan. Saat ini mereka masih berada di Polres Jayapura untuk dimintai keterangan," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, Sabtu (9/5/2026).

20260510_rusuh di stadion lukas enembe
BAKAR KENDARAAN - Massa membakar sejumlah kendaraan di parkiran Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua usai Persipura gagal promosi ke Liga 1, Jumat (8/5/2026).
Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved