Bentrokan di Kota Sorong
Seruan Pemuda Katolik Tanah Papua, Sikapi Kericuhan di Kota Sorong: Minta Aparat Kedepankan Dialog
Pemuda Katolik Koordinator Wilayah (Korwil) Tanah Papua menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik di Sorong beberapa hari terakhir.
Penulis: Ismail Saleh | Editor: Petrus Bolly Lamak
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Pengurus Pusat Pemuda Katolik Koordinator Wilayah (Korwil) Tanah Papua menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik di Sorong beberapa hari terakhir.
Baca juga: 150 Personel Siaga di Kompleks Yohan Kota Sorong, Antisipasi Konflik Susulan: Warga Tetap Waspada
Koordinator Wilayah Pemuda Katolik Tanah Papua Willem Assem meminta aparat pakai cara persuasif menangani aksi massa.
“Aparat tidak boleh menggunakan senjata secara sembarangan. Tindakan represif hanya akan menimbulkan perlawanan dan memperpanjang konflik,” katanya, Jumat (29/8/2025).
Pihaknya minta Kapolri dan Panglima TNI memberi perhatian serius terhadap aparat yang bertugas di Tanah Papua.
Supaya mereka bertindak profesional, terukur, dan manusiawi.
“Kami (Pemuda Katolik) berdiri di atas tataran kemanusiaan dan menekankan pentingnya penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia,” ucapnya.
Baca juga: Detik-Detik Mencekam Driver Ojol Terlindas Mobil Rantis, Propam Amankan 7 Personel Brimob
Lebih lanjut, Willem menyorot perbedaan perlakuan aparat menghadapi demonstrasi di Papua dengan daerah lain di Indonesia.
Menurutnya, wilayah lain aksi massa sering ditangani dengan dialog, bukan kekerasan.
“Kenapa di Tanah Papua setiap ada aksi selalu identik dengan pendekatan kekerasan? Di Jawa dan daerah lain, aparat bisa mengedepankan dialog. Prinsip itu harus berlaku di Papua,” ujarnya.
Pemuda Katolik Korwil Tanah Papua berharap ke depan, aparat keamanan dapat benar-benar menjaga kedamaia.
“Kami ingin Papua tetap damai, aman, dan tertib. Itu harapan kami sebagai warga negara,” katanya.
Baca juga: Bentrok Massa vs Polisi di Kompleks Yohan Kota Sorong Tak Kunjung Redam hingga Jelang Subuh
Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Barat Daya Yoseph Metodius Baru menyampaikan poin tuntutan.
Ia meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, khususnya Gubernur Elisa Kambu bersama Forkopimda, membuka ruang dialog bersama elemen masyarakat dalam menyikapi situasi di Kota Sorong.
“Kami juga harap TNI dan Polri menjalankan tugas lebih mengutamakan pendekatan persuasif tidak menggunakan cara represif,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, Pemuda Katolik minta Presiden Prabowo beri abolisi kepada empat tapol NFRPB dan amnesti bagi semua tapol di Tanah Papua. (tribunsorong.com/ismail saleh)
DPR Kota Sorong Gelar Rapat Paripurna, Bahas Ranperda RPJMD 2025-2029 |
![]() |
---|
Bantuan Personel dari Polda Papua Barat Tiba, Pertebal Pengamanan di Kota Sorong |
![]() |
---|
Massa Rusak Kantor Gubernur Papua Barat Daya dan Kantor Wali Kota Sorong, Kaca Berhamburan di Lantai |
![]() |
---|
Aktivitas Belajar Sejumlah Sekolah di Kota Sorong Diliburkan, Imbas Aksi Pemalangan hingga Bentrok |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.