Pertamina
Antrean BBM Solar Mengular di Sorong, Pertamina: Bukan Karena Stok tapi Luas Lahan SPBU
- Antrean bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis solar terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Sorong.
Penulis: Angela Cindy | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20251217_antrean-truk-solar-di-spbu-hansen.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Antrean bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis solar terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Pantauan Tribunsorong.com, Rabu (17/12/2025), antrean panjang didominasi truk dan roda empat jenis solar tampak di SPBU Hansen, Sorpus, serta SPBU di Jalan Baru.
Baca juga: Pemkab Sorong Libatkan Lintas Agama Amankan Perayaan Natal 2025
Kendaraan berjejer di sepanjang menuju area SPBU sehingga membuat ruas jalan menyempit.
Seorang pengendara Truk Jai (47) mengatakan, beberapa kali dirinya harus menunggu hingga setengah hari guna mendapatkann solar.
"Saya harus tunggu antrean lama agar dapat solar. Pernah setelah mengantre, ketika giliran saya malah habis," ujarnya kepada TribunSorong.com.
Pertalite dan pertamax normal
Adapun BBM jenis Pertalite dan Pertamax, antrean kendaraan terpantau normal meski cukup panjang.
Satu di antaranya SPBU kawasan Kilometer 16, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Pengendara roda dua maupun roda empat terlihat tertib menunggu giliran mengisi BBM.
Sales Area Manager Papua Barat PT. Pertamina Patra Niaga Arif Rohman Khakim mengatakan, antrean bukan masalah stok, tetapi keterbatasan luas area SPBU.
Baca juga: Pertamina EP Papua Field Dukung Program BKKBN Papua Barat, Salurkan Bantuan untuk Pengasuh TPA
Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak menyalahgunakan barcode MyPertamina.
"Jangan sampai disalahgunakan, karena ada laporan kendaraan tidak bisa mengisi BBM karena kuotanya sudah terpakai," ujarnya.
Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kota Sorong Elisabeth Elsemina Sarah Agaki meminta kepada Pertamina membantu mengurangi antrean panjang di beberapa SPBU.
"Harapannya Pertamina dapat mencari solusi agar antrean panjang bisa dikurangi,” ucap Elisabeth. (tribunsorong.com/angela cindy)
| RAPPP 2025–2029 Diluncurkan, Jadi Pedoman Percepatan Pembangunan Papua |
|
|---|
| Pulau Sain, Piay, dan Kiyas Jadi Sengketa, MRPBD Siap Bawa Isu ke Presiden Prabowo |
|
|---|
| DPD RI Soroti Kesiapsiagaan Bencana Papua Barat Daya saat Kunjungi DKP2B dan Satpol PP |
|
|---|
| Dispendikbud Papua Barat Daya Gelar Bimtek Literasi, Numerasi, dan Proktor bagi 132 Guru |
|
|---|