Sengketa Pulau di Raja Ampat
Pulau Sain, Piay, dan Kiyas Jadi Sengketa, MRPBD Siap Bawa Isu ke Presiden Prabowo
Wakil Ketua II MRPBD Vicentius Paulinus Baru mengatakan, Pulau Sain menjadi objek sengketa antara Papua Barat Daya dan Maluku Utara.
Penulis: Safwan | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20251217_febn.jpg)
Ringkasan Berita:
- MRPBD fasilitasi penyelesaian konflik tapal batas tiga pulau di Raja Ampat.
- MRPBD turun ke lapangan memastikan kondisi ketiga pulau tersebut.
- MRPBD berharap Presiden RI dapat memperhatikan persoalan ini dan mengembalikan status ketiga pulau ke wilayah Papua Barat Daya.
TRIBUNSORONG.COM, WAISAI - Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRPBD) kunjungan kerja ke Kabupaten Raja Ampat.
Kunjungan ini guna memfasilitasi penyelesaian konflik tapal batas tiga pulau di di wilayah itu yang saat ini masuk wilayah Provinsi Maluku Utara.
Baca juga: MRPBD Fasilitasi Persoalan Sengketa 3 Pulau dan Dampak Pencabutan IUP di Raja Ampat
Wakil Ketua II MRPBD Vicentius Paulinus Baru mengatakan, Pulau Sain menjadi objek sengketa antara Papua Barat Daya dan Maluku Utara.
“Pulau ini bersama Pulau Piay dan Pulau Kiyas, menjadi wilayah sengketa antara dua provinsi,” ujar Paulinus kepada TribunSorong.com, Selasa (16/12/2025).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat bersama sejumlah tokoh adat di Waisai, Raja Ampat.
Baca juga: Fraksi Otsus Minta Pemkab Sorong segera Petakan Wilayah Adat, Cegah Sengketa Masyarakat
MRPBD turun ke lapangan memastikan kondisi ketiga pulau tersebut.
Selanjutnya, hasil kunjungan ini akan dibawa ke rapat MRPBD se-Tanah Papua agar penyelesaian menyeluruh.
“Kami akan mengadvokasi tiga pulau ini bukan hanya sebagai isu Raja Ampat, tetapi sebagai isu bersama yang akan didorong hingga ke Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.
MRPBD berharap Presiden RI dapat memperhatikan persoalan ini dan mengembalikan status ketiga pulau ke wilayah Papua Barat Daya.
Ketua Pokja Adat MRPBD Mesak Mambraku mengatakan, kunjungan tersebut melibatkan warga dari Kampung Serpele, Saleo, dan Manyaifun.
“Kami melibatkan tokoh masyarakat karena ketiga kampung ini memiliki hubungan adat dan historis yang erat dengan wilayah yang kini masuk Maluku Utara,” ujarnya.
Baca juga: Respons Wakil Ketua Komisi II DPR RI soal Penyelesaian Sengketa 3 Pulau di Raja Ampat
Warga Pulau Sain Yustinus Daat (61) menyambut baik kehadiran MRPBD di lokasi sengketa.
“Kami sudah puluhan tahun tinggal di Pulau Sain dan merindukan wilayah ini kembali ke Tanah Papua, khususnya Raja Ampat,” katanya.
Baca juga: Sengketa 3 Pulau Papua Barat Daya dengan Maluku Utara, Elisa Kambu Minta Bantuan DPP Golkar
Ia berharap persoalan tapal batas ini dapat diadvokasi oleh seluruh masyarakat Papua, karena masalah tersebut bukan hanya milik Raja Ampat, melainkan seluruh wilayah Papua. (tribunsorong.com/safwan ashari)
| Ramalan Zodiak Karier Hari Ini Rabu 17 Desember 2025: Cancer Tertantang, Aquarius Tertekan |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Kesehatan Hari Ini Rabu 17 Desember 2025: Cancer Nyeri Kaki, Scorpio Masalah Kulit |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Rabu 17 Desember 2025: Taurus Ekspresif, Libra Jangan Agresif |
|
|---|
| 5 Fakta Swalayan Senyum 5000 Sorong Terbakar: Pemicu, Kerugian Tembus Rp 12 M, Kesulitan Pemadaman |
|
|---|
| Kepanikan Warga di Kos-kosan Belakang Swayalan Senyum 5000 Sorong saat Kebakaran |
|
|---|