Cuaca Kota Sorong Hari Ini
Waspada Cuaca Ekstrem, Warga Sorong di Lereng Bukit Diminta Siaga Longsor
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor.
Penulis: Angela Cindy | Editor: Petrus Bolly Lamak
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor pada awal tahun 2026.
Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peningkatan curah hujan.
Baca juga: Wali Kota Sorong Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Sekolah Minggu GKI Syaloom Klademak
Kepala BPBD Kota Sorong Herlin Sasabone mengatakan, meskipun puncak musim hujan biasanya terjadi pada Juni hingga Agustus, intensitas hujan pada awal tahun cenderung lebih tinggi dari kondisi normal.
“BMKG telah mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor. Meski belum memasuki puncak musim hujan, curah hujan yang tinggi dengan durasi lama tetap berisiko menimbulkan bencana,” ujar Herlin, Senin (6/1/2026).
Baca juga: Siap-siap Rayakan Tahun Baru 2026, Warga Kota Sorong Berburu Kembang Api dan Petasan
Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, seperti daerah perbukitan, lereng, dan sekitar aliran sungai, agar lebih waspada saat hujan lebat berlangsung lama. Jika kondisi dinilai membahayakan, warga diminta segera mengungsi ke tempat yang aman.
Selain itu, masyarakat di kawasan rawan banjir diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Menurut Herlin, saluran drainase yang tersumbat menjadi salah satu penyebab utama genangan air saat hujan deras.
“Masyarakat dapat secara rutin membersihkan lingkungan secara swadaya agar saluran air tetap berfungsi dengan baik,” katanya.
Herlin juga menjelaskan kondisi cuaca beberapa tahun terakhir. Pada 2024, curah hujan tinggi di puncak musim hujan menyebabkan banyak kejadian tanah longsor.
Sementara pada 2025, intensitas hujan relatif lebih rendah.
“Pada 2025 memang terjadi beberapa genangan atau banjir, namun sebagian besar disebabkan oleh curah hujan tinggi yang bersamaan dengan pasang air laut. Setelah air laut surut, genangan juga berkurang,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kejadian banjir sepanjang 2025 tidak masuk kategori bencana besar sehingga tidak memerlukan penetapan status tanggap darurat.
Baca juga: Hujan Deras Iringi Malam Tahun Baru 2026 di Kota Sorong, Ratusan Polisi Amankan Titik Keramaian
Berdasarkan data rekapitulasi bencana Kota Sorong periode Januari–Desember 2025, kejadian bencana didominasi banjir dan genangan air, serta beberapa kasus tanah longsor dan kebakaran permukiman.
Banjir umumnya terjadi di wilayah bertopografi rendah dan daerah cekungan saat hujan lebat bersamaan dengan pasang laut.
Sebagian besar genangan bersifat sementara dan surut setelah pasang laut menurun, sehingga tidak berkembang menjadi bencana besar.
Oleh karena itu, sepanjang 2025 tidak ada penetapan status tanggap darurat di Kota Sorong. (tribunsorong.com/angela cindy)
| Wali Kota Sorong Tinjau Normalisasi Drainase di KM 10, Fokus Atasi Masalah Banjir |
|
|---|
| Korupsi Pengadaan Baju Dinas DPRP Papua Barat Daya: Anggaran Cair, Barang Fiktif |
|
|---|
| Dinsos Kota Sorong Data Korban Kebakaran di Klawuyuk, Bantuan Logistik Segera Disalurkan |
|
|---|
| SOSOK JN, Pejabat Kunci DPRP Papua Barat Daya yang Terjerat Kasus Korupsi Pakaian Dinas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260106_Kepala-BPBD-Kota-Sorong-nui.jpg)