LMA Malamoi
Refleksi 28 Tahun LMA Malamoi, Silas Kalami Tekankan Perlindungan Hak OAP
Persatuan adalah kunci menjaga keberlangsungan organisasi di tengah keberagaman.
Penulis: Ismail Saleh | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260326_LMA-MALAMOI.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Malamoi merefleksikan 28 tahun perjalanan perjuangannya di Tanah Malamoi melalui pertemuan di Vega Prime Hotel and Convention Center, Kota Sorong, Rabu (25/3/2026).
Ketua LMA Malamoi Silas Ongge Kalami menegaskan pentingnya memperkuat eksistensi lembaga adat sebagai wadah perlindungan tanah, budaya, dan hak-hak Orang Asli Papua (OAP).
Baca juga: Plt Sekda Kota Sorong Tegur Perangkat Daerah yang Belum Setor Laporan Kinerja
Ia mengibaratkan perjalanan LMA Malamoi seperti kapal yang tetap berlayar meski diterjang angin dan gelombang tantangan, baik dari internal maupun eksternal.
"Meski ada perbedaan dan tantangan, kapal ini harus tetap berlayar. Kita harus saling menopang agar tujuan besar organisasi tercapai," ujar Silas.
Ia menekankan bahwa persatuan adalah kunci menjaga keberlangsungan organisasi di tengah keberagaman.
Sejak 2017, LMA Malamoi aktif mendorong regulasi daerah untuk memproteksi masyarakat adat agar tidak tersisih di tanah sendiri. Silas juga menyoroti peran strategis Majelis Rakyat Papua (MRP) dan DPR dalam mengawal dana Otonomi Khusus (Otsus).
Ia menegaskan bahwa lembaga representatif tersebut harus bekerja secara substansial, bukan sekadar formalitas.
"Mereka harus tegas mengawasi pemerintahan dan pelayanan publik, terutama memastikan dana Otsus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.
Baca juga: Aman Aktifitas Outdoor, Prakiraan Cuaca Papua Barat Daya Rabu 25 Maret 2026, Kota Sorong Berawan
Silas mengapresiasi pemerintah daerah yang telah memberi ruang bagi organisasi adat dalam sistem politik sejak diberlakukannya Otsus.
Namun, ia mengingatkan bahwa fokus perjuangan tidak hanya pada adat dan budaya, tetapi juga kesejahteraan manusia.
"Menjaga tanah dan budaya itu penting, tapi yang utama adalah menjaga manusia masyarakat adat itu sendiri," kata Silas sembari mengajak seluruh elemen untuk terus bersatu demi masa depan Malamoi yang lebih baik. (tribunsorong.com/ismail saleh)
| MRPBD Pantau Kerukunan Beragama dan Aspirasi Pendidikan di Maybrat |
|
|---|
| Kota Sorong Sedia Payung, Prakiraan Cuaca Papua Barat Daya Kamis 26 Maret 2026, Tahan Bepergian |
|
|---|
| 12 Ramalan Zodiak Keuangan Besok Kamis 26 Maret 2026: Taurus Bertamasya, Libra Menabung |
|
|---|
| 12 Ramalan Zodiak Kesehatan Besok Kamis 26 Maret 2026: Leo Nyeri Kaki, Aquarius Perlu Meditasi |
|
|---|