Sensus Ekonomi 2026
BPS Papua Barat Daya Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Sorong
BPS Papua Barat mencatat data awal terdapat sebanyak 53.596 usaha yang menjadi basis pendataan.
Penulis: Ismail Saleh | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260612_pencanagan-sensus-ekonomi.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mencanangkan petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 di kawasan Sorong Moderen City (SMC) Kota Sorong, Jumat (12/6/2026).
Pencanangan tersebut menjadi tanda dimulainya kesiapan pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Papua Barat Daya yang akan berlangsung di lima kabupaten dan satu kota.
Kepala BPS Provinsi Papua Barat Daya Merry dalam laporannya mengatakan pada tahun 2026 pihaknya juga akan melaksanakan pemutakhiran data keluarga serta data sosial ekonomi masyarakat.
Baca juga: BPS Ajak Warga Sorong dan Tambrauw Jujur saat Sensus Ekonomi 2026
Menurutnya, data yang diperoleh dari pelaksanaan sensus nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun berbagai program pembangunan agar lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, kami akan memotret jumlah dan kondisi usaha besar, usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah (UMKM) yang ada di Indonesia, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya,” ujar Merry.
Ia menjelaskan, pendataan tersebut dilakukan baik di tingkat kota maupun kabupaten sehingga pemerintah dapat memiliki gambaran kondisi perekonomian daerah secara menyeluruh.
Dengan adanya data tersebut, pemerintah dapat menyusun kebijakan, program pembinaan, serta penyaluran bantuan yang lebih efektif bagi para pelaku UMKM.
“Selain itu, Sensus Ekonomi 2026 juga akan memberikan gambaran mengenai pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua Barat Daya, termasuk seluruh kota dan kabupaten yang ada di dalamnya,” katanya.
Baca juga: BPS Kabupaten Sorong Terjunkan 241 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026
Sementara itu, BPS Papua Barat mencatat data awal terdapat sebanyak 53.596 usaha yang menjadi basis pendataan.
Jumlah tersebut terdiri dari usaha besar sebanyak 247 usaha, usaha menengah 1.655 usaha, serta usaha mikro kecil sebanyak 51.694 usaha.
Merry menyebut jumlah tersebut masih dapat bertambah karena petugas lapangan akan melakukan pemutakhiran data secara langsung.
Pendataan usaha secara door to door akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Sedangkan pendataan usaha besar telah dimulai sejak 1 Juni dan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Baca juga: BPS: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Data Perekonomian Nasional
Dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS Papua Barat menerjunkan sebanyak 676 petugas yang tersebar di lima kabupaten dan satu kota.
Kota Sorong menjadi wilayah dengan jumlah petugas terbanyak yakni 190 orang.
| Daripada Antre Sejam! Cerita Warga Sorong Terpaksa Beli Pertamax Eceran demi Kejar Waktu |
|
|---|
| Kasus Pencucian Uang Seret Oknum ASN Papua Barat, Korbannya Lintas Kabupaten |
|
|---|
| Kementerian ATR/BPN Rampungkan RTRW Papua Selatan demi Dukung Proyek Swasembada Pangan |
|
|---|
| Wamen ATR/BPN Lantik 1.322 PNS Baru dan 212 Pejabat Fungsional Serentak se-Indonesia |
|
|---|
| Tabuh Genderang Perang, ATR/BPN dan Kejaksaan Agung Persempit Ruang Gerak Mafia Tanah |
|
|---|