Peradaban Injil
Perayaan HUT 89 Peradaban Injil di Johromo-Aitinyo Maybrat, Momen Suci Mengingat Karya Tuhan
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Peradaban Injil Ke-89 di Johromo-Aitinyo digelar di area Tugu Peradaban Injil, Distrik Aitinyo, Maybrat,
Penulis: Yunias Kambuaya | Editor: Jariyanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260118_foto-bersama-hut-peradaban-injil-maybrat.jpg)
TRIBUNSORONG. COM, KUMURKEK - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-89 Peradaban Injil di Johromo-Aitinyo digelar di area Tugu Peradaban Injil, Distrik Aitinyo, Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu (17/01/2015).
Acara mengusung tema "Tetapi Tempat yang Akan Dipilih Tuhan, Allahmu dari Segala Sukumu sebagai Kediaman-Nya untuk Menegakkan Nama-Nya di Sana, Tempat Itulah yang Kamu Cari dan Ke Sanalah Harus Kamu Pergi (Ulangan 12:5)."
Perayaan diawali fragmen tanda yang menceritakan lagi awal mula Peradaban Injil masuk di Johromo-Aitinyo dilanjutkan ibadah bersama.
Baca juga: HUT PI 89 di Maybrat: dari Doa Perdamaian 17 Kampung hingga Penelusuran Jejak Sejarah Injil
Dua pengkhotbah, Pdt. Yance bosawer, S.Th dan EV. Zefanya Yewun menyampaikan mengenai Pemberitaan Firman.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya Sellvyana Sangkek mewakili Gubernur Elisa Kambu mengatakan, perayaan merupakan momen suci mengingat karya Tuhan dalam sejarah hidup orang Papua.
Baca juga: Ini Daftar 5 Pemenang Lomba Pondok Natal di Maybrat, Sekda Ferdinandus Taa Serahkan Hadiah
Selain itu momen meneguhkan lagi komitmen sebagai umat beriman, sebagai masyarakat, dan sebagai bangsa yang hidup di atas tanah yang diberkati.
"89 tahun lalu, Injil hadir dan diberitakan di Tanah Papua dengan penuh pengorbanan, ketulusan, dan iman," ucap Sellvyana.
Injil, lanjutnya, tidak datang dengan kekerasan, melainkan mengajak dengan kasih atau tidak memaksa.
Injil tidak merusak budaya, melainkan menyucikan nilai-nilai luhur yang sudah ada dalam kehidupan masyarakat Papua.
Pekabaran Injil tmembuka jalan bagi perubahan besar dalam kehidupan orang Papua, dari kehidupan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pembentukan karakter dan moral.
"Injil mengajarkan arti hidup saling mengasihi, menghargai martabat manusia, dan memelihara kehidupan bersama dalam semangat persaudaraan," kata Sellvyana.
Baca juga: Proyek Peningkatan Infrastruktur 9 Ruas Jalan dan Kantor Dinas PU Maybrat Diresmikan
Sejarah, tambahnya, mencatat gereja menjadi tempat berlindung, tempat belajar, dan tempat harapan bagi banyak generasi orang Papua.
Oleh karena itu, perayaan HUT PI ini adalah perayaan iman sekaligus perayaan identitas dan jati diri orang Papua.
Lebih lanjut Sellvyana mengatakan, ereja memiliki peran strategis dan mulia dalam membangun manusia Papua seutuhnya: kuat dalam iman, cerdas dalam pikiran, dan luhur dalam budi pekerti.
Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan moral, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
| Dukung Ekonomi Lokal, Sekda Maybrat Borong Dagangan Mama-Mama Papua di Pasar Vaitmayaf |
|
|---|
| Gedung Diakonia GPI Jalan Suci Jemaat Antokia Yukase Maybrat Diresmikan |
|
|---|
| Potret Kedekatan Bupati Maybrat dengan Masyarakat di Momen Open House Natal 2025 |
|
|---|
| Pemkab Maybrat Intervensi Pasar Tekan Kenaikan Harga Komoditas jelang Nataru 2026 |
|
|---|
| LBH Gerimis Sesalkan Lambannya Penanganan Dugaan Korupsi Dana Desa Sanem Maybrat |
|
|---|