Polisi Mafia BBM
Polda Papua Barat Daya Bentuk Tim Usut Kasus Mafia BBM: Ada 10 Oknum Polisi
Polda PBD resmi membentuk tim gabungan dari Itwasda dan Bid Propam untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan 10 oknum polisi dalam kasus mafia BBM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260423_Irwasda-Polda-Papua-Barat-Daya-Kombes-Pol-Fernando-Sanches-Napitupulu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Polda Papua Barat Daya resmi membentuk tim gabungan dari Itwasda dan Bid Propam untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan 10 oknum polisi dalam kasus mafia BBM di Kota Sorong.
- Penyelidikan ini mencuat setelah penangkapan seorang pelaku di sebuah gudang, yang kemudian menyeret nama dua perwira menengah berpangkat Pamen beserta delapan anggota lainnya.
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Jajaran Polda Papua Barat Daya membentuk tim gabungan, guna menyelidiki kasus dugaan keterlibatan oknum polisi, dalam kasus mafia bahan bakar minyak (BBM) di Kota Sorong.
Diketahui, keterlibatan oknum perwira Polri dalam kasus mafia BBM mencuat, setelah Tim Ditkrimsus Polda Papua Barat Daya, meringkus A di gudang PT Salawati Motor.
Menyikapi hal itu, Polda Papua Barat Daya membentuk tim gabungan antara lain dari Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda), dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam), guna memeriksa oknum polisi.
Irwasda Polda Papua Barat Daya Kombes Pol Fernando Sanches Napitupulu mengatakan, berdasarkan instruksi pimpinan pihaknya membentuk tim memeriksa terduga pelaku.
"Setelah viral ada oknum perwira polisi ikut terlibat dalam mafia BBM, kami kemudian panggil penasihat hukum Deisy Budi Kasih," ujar Sanches kepada TribunSorong.com, saat ditemui di Kota Sorong, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Kuasa Hukum Ungkap Aliran Dana BBM Ilegal ke Oknum Perwira Polisi di Papua Barat Daya
Baca juga: 11 Pengacara PERADI Sorong Lapor Kasus Sejawat Dipersekusi ke Polisi, Otto Hasibuan Turut Bereaksi
Sesuai penjelasan dari penasihat hukum, pihaknya kemudian memanggil para oknum yang disinyalir terlibat dalam perkara BBM.
Pihaknya menegaskan, penyelidikan yang kini dilakukan adalah bagian dari tindakan guna melaksanakan instruksi Presiden Prabowo.
"Kami sudah memanggil mereka satu per satu, sehingga setiap laporan dari mereka bisa lebih komprehensif nantinya," katanya.
"Kami sudah terima 10 nama polisi yang diduga ikut terlibat dalam kasus mafia BBM."
Dijelaskan pria asal Medan itu, dari 10 nama itu termasuk di dalam ada oknum AS dan EP, yang berpangkat perwira menengah (pamen).
Sanches menegaskan, dari sepuluh nama itu juga telah diuraikan bukti dan peran serta mereka dalam kegiatan penimbunan BBM.
Pihaknya berpesan, setelah memanggil 10 orang yang namanya disebut, selanjutnya bakal diproses jika benar-benar terbukti.(tribunsorong.com/safwan ashari)