Minggu, 17 Mei 2026

APBD Sorong Selatan

RAPBD Sorong Selatan 2026 Defisit Rp59,586 Miliar, Berikut 7 Program Prioritas Pembangunan

Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak menyampaikan Pengantar Nota Keuangan RAPBD Tahun 2026.

Tayang:
Penulis: Astri | Editor: Jariyanto
zoom-inlihat foto RAPBD Sorong Selatan 2026 Defisit Rp59,586 Miliar, Berikut 7 Program Prioritas Pembangunan
TribunSorong.com/Astri
NOTA KEUANGAN - Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak menyerahkan Pengantar Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026 dalam rapat paripurna di gedung DPRK, Teminabuan, Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Rabu (23/12/2025). 

TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak menyampaikan Pengantar Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026 dalam rapat paripurna, Rabu (23/12/2025).

Rapat berlangsung di gedung dewan perwakilan rakyat kabupaten (DPRK), Teminabuan, Sorong Selatan, Papua Barat Daya.

Petronela menjelaskan, penyusunan RAPBD 2026 mempertimbangkan arahan Presiden, hasil evaluasi kinerja dan kebijakan pembangunan tahun 2025, forum konsultasi publik, kerangka ekonomi makro, hingga isu-isu strategis dan kesinambungan pembangunan.

Baca juga: Perkuat Sinergi, TP PKK Sorong Selatan Gelar Rakor 2025 Bersama Dinas Teknis

RKP 2026 fokus pada penguatan ketahanan pangan dan energi domestik, hilirisasi sumber daya alam, transformasi digital, serta pengentasan kemiskinan.

"Arah kebijakan dan sasaran pembangunan nasional diselaraskan dengan rencana kerja pembangunan daerah kabupaten Sorong Selatan 2026," ujar Petronela.

"Tahun anggaran 2026 merupakan tahun pertama pelaksanaan RPJMD Kabupaten Sorong Selatan Periode 2025-2029." 

Baca juga: Dekranasda Sorong Selatan Sulap Kain Perca dan Cangkang Kerang Jadi Hiasan Natal

Nela, sapaan karib Petronela menyebut, terjadi penurunan signifikan Transfer ke Daerah (TKD), sehingga menjadi tantangan serius dalam penyusunan RAPBD 2026.

Pada 2025, Sorong Selatan menerima TKD sebesar Rp871,219 miliar, sedangkan 2026 turun menjadi Rp734,116 miliar atau berkurang Rp137,103 miliar (minus 15,74 persen).

"Penurunan TKD sangat berpengaruh terhadap belanja daerah dan berpotensi mengganggu roda pemerintahan, termasuk dalam hal pembayaran gaji ASN dan PPPK serta realisasi program prioritas daerah," ujar Nela.

Lebih lanjut bupati perempuan pertama di Tanah Papua ini mengatakan, postur RAPBD Kabupaten Sorong Selatan 2026, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp767,803 miliar.

Itu terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp21 miliar dan pendapatan transfer Rp746,803 miliar.

Baca juga: 4 Pos Pelayanan Didirikan Selama Operasi Lilin Dofior 2025 di Sorong Selatan

Belanja daerah direncanakan Rp827,390 miliar, meliputi belanja operasi sebesar Rp704,461 miliar, belanja modal Rp31,958 miliar, belanja tidak terduga Rp4 miliar, serta Rp86,969 miliar belanja transfer. 

"Dari postur tersebut, RAPBD 2026 mengalami defisit Rp59,586 miliar," ujar Nela.

Pada sisi pembiayaan daerah, lanjutnya, pengeluaran pembiayaan direncanakan Rp29,920 miliar yang digunakan buat pembayaran pokok utang dan penyertaan modal daerah.

Baca juga: Pertama di Tanah Papua, Kabupaten Sorong Selatan Launching Penerapan Manajemen Talenta

Nela berharap, Raperda tentang RAPBD Kabupaten Sorong Selatan Tahun Anggaran 2026 dapat disetujui dan ditetapkan menjadi perda sesuai kemampuan keuangan daerah.

Sumber: TribunSorong
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved