Selasa, 28 April 2026

Sumber Daya Manusia Sorong Selatan

Guru di Kokoda Sorong Selatan Absen Mengajar, Orang Tua Murid: Mereka Datang Saat Ulangan dan Ujian

Keluhan disampaikan pertama kali oleh orang tua murid Andrikus Aume warga Kampung Atori lewat akun media sosial Facebooknya.

Tayang:
Penulis: Astri | Editor: Petrus Bolly Lamak
zoom-inlihat foto Guru di Kokoda Sorong Selatan Absen Mengajar, Orang Tua Murid: Mereka Datang Saat Ulangan dan Ujian
Gambar Buatan AI/Tidak Ada
ILUSTRASI SEKOLAH PEDALAMAN - Gambar buatan AI mengilustrasikan sekolah di pedalaman yang tidak ada guru, siswa kebanyakan bermain di halaman sekolah saja. Ilustrasi ini menggambarkan keluhan orang tua murid di Distrik Kokoda Utara, Kabupaten Sorong Selatan, di mana guru dan kepala sekolah tidak masuk sekolah, mereka hadir hanya saat ulangan dan ujian saja. 

Ringkasan Berita:
  • Orang tua murid di Kampung Atori dan Karirif, Distrik Kokoda Utara, Kabupaten Sorong Selatan mengeluhkan tidak aktifnya proses belajar mengajar akibat absennya kepala sekolah serta guru.
  • Diketahui sekolah di wilayah itu adalah SD YPK Bukit Zaitun Atori dan SMP Negeri 1 Kokoda Utara.
  • Menurutnya, sebagian besar guru tinggal di ibu kota Kabupaten Sorong Selatan dan jarang berada di wilayah pesisir tempat sekolah berada. 

TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Orang tua murid di Kampung Atori dan Karirif, Distrik Kokoda Utara, Kabupaten Sorong Selatan mengeluhkan tidak aktifnya proses belajar mengajar akibat absennya kepala sekolah serta guru.

Diketahui sekolah di wilayah itu adalah SD YPK Bukit Zaitun Atori dan SMP Negeri 1 Kokoda Utara.

Baca juga: Buka-bukaan Data LPSE, PJB Sorong Selatan Patahkan Tuduhan Pengondisian Pemenang Proyek Jl. Haimaran

Keluhan disampaikan pertama kali oleh orang tua murid Andrikus Aume warga Kampung Atori lewat akun media sosial Facebooknya.

Andrikus mengatakan, kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada perubahan.

“Mulai dari SD sampai SMP di Kampung Atori dan Karirif, kepala sekolah dan guru-guru semua tidak ada di tempat. Mereka biasanya datang hanya kalau mau ulangan atau ujian saja,” kata Andrikus saat dihubungi via telepon, Kamis (22/1/2025).

Baca juga: Tender Jalan Haimaran Kais Darat Dituding Fiktif, Ini Penjelasan Plt. Kadis PUPR Sorong Selatan

Menurutnya, sebagian besar guru tinggal di ibu kota Kabupaten Sorong Selatan dan jarang berada di wilayah pesisir tempat sekolah berada. 

Akibatnya, proses belajar mengajar tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Anak-anak tetap berangkat sekolah jam tujuh pagi, pulang sebelum jam dua belas. Tapi sering kali hanya main-main karena tidak ada guru,” ujarnya.

Baca juga: Peringati Isra Mikraj 1447 H, Polres Sorong Selatan Gelar Bakti Sosial Bersih-bersih Masjid

Ia bilang, kemampuan akademik anak-anak di lingkungan tersebut sangat memprihatinkan. 

Anaknya yang duduk di bangku kelas 4 SD YPK Bukit Zaitun Atori sudah bisa membaca dan menulis bukan karena pembelajaran di sekolah, melainkan hasil didikan orang tua di rumah.

“Kadang untuk menghitung dan membaca kalimat panjang belum lancar,” katanya.

Ia mengatakan, anak-anak kerap dinaikkan kelas meski belum mampu membaca dan berhitung. 

Bahkan, siswa yang belum lancar membaca tetap mengikuti ujian.

Selain itu, Andrikus menyebut tidak pernah ada pertemuan antara pihak sekolah dengan orang tua murid.

“Ambil rapor hanya anak-anak kumpul, ambil, bawa pulang, lalu orang tua tanda tangan,” katanya.

Baca juga: Potret Persalinan di Sorong Selatan: Ibu Lulusan SMP ke Atas Lebih Melek Layanan Medis

Sumber: TribunSorong
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved