Sumber Daya Manusia Sorong Selatan
Guru di Kokoda Sorong Selatan Absen Mengajar, Orang Tua Murid: Mereka Datang Saat Ulangan dan Ujian
Keluhan disampaikan pertama kali oleh orang tua murid Andrikus Aume warga Kampung Atori lewat akun media sosial Facebooknya.
Penulis: Astri | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260123_ilustrasi-sekolah-di-pedalaman-sepih-guru.jpg)
Ringkasan Berita:
- Orang tua murid di Kampung Atori dan Karirif, Distrik Kokoda Utara, Kabupaten Sorong Selatan mengeluhkan tidak aktifnya proses belajar mengajar akibat absennya kepala sekolah serta guru.
- Diketahui sekolah di wilayah itu adalah SD YPK Bukit Zaitun Atori dan SMP Negeri 1 Kokoda Utara.
- Menurutnya, sebagian besar guru tinggal di ibu kota Kabupaten Sorong Selatan dan jarang berada di wilayah pesisir tempat sekolah berada.
TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Orang tua murid di Kampung Atori dan Karirif, Distrik Kokoda Utara, Kabupaten Sorong Selatan mengeluhkan tidak aktifnya proses belajar mengajar akibat absennya kepala sekolah serta guru.
Diketahui sekolah di wilayah itu adalah SD YPK Bukit Zaitun Atori dan SMP Negeri 1 Kokoda Utara.
Baca juga: Buka-bukaan Data LPSE, PJB Sorong Selatan Patahkan Tuduhan Pengondisian Pemenang Proyek Jl. Haimaran
Keluhan disampaikan pertama kali oleh orang tua murid Andrikus Aume warga Kampung Atori lewat akun media sosial Facebooknya.
Andrikus mengatakan, kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada perubahan.
“Mulai dari SD sampai SMP di Kampung Atori dan Karirif, kepala sekolah dan guru-guru semua tidak ada di tempat. Mereka biasanya datang hanya kalau mau ulangan atau ujian saja,” kata Andrikus saat dihubungi via telepon, Kamis (22/1/2025).
Baca juga: Tender Jalan Haimaran Kais Darat Dituding Fiktif, Ini Penjelasan Plt. Kadis PUPR Sorong Selatan
Menurutnya, sebagian besar guru tinggal di ibu kota Kabupaten Sorong Selatan dan jarang berada di wilayah pesisir tempat sekolah berada.
Akibatnya, proses belajar mengajar tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Anak-anak tetap berangkat sekolah jam tujuh pagi, pulang sebelum jam dua belas. Tapi sering kali hanya main-main karena tidak ada guru,” ujarnya.
Baca juga: Peringati Isra Mikraj 1447 H, Polres Sorong Selatan Gelar Bakti Sosial Bersih-bersih Masjid
Ia bilang, kemampuan akademik anak-anak di lingkungan tersebut sangat memprihatinkan.
Anaknya yang duduk di bangku kelas 4 SD YPK Bukit Zaitun Atori sudah bisa membaca dan menulis bukan karena pembelajaran di sekolah, melainkan hasil didikan orang tua di rumah.
“Kadang untuk menghitung dan membaca kalimat panjang belum lancar,” katanya.
Ia mengatakan, anak-anak kerap dinaikkan kelas meski belum mampu membaca dan berhitung.
Bahkan, siswa yang belum lancar membaca tetap mengikuti ujian.
Selain itu, Andrikus menyebut tidak pernah ada pertemuan antara pihak sekolah dengan orang tua murid.
“Ambil rapor hanya anak-anak kumpul, ambil, bawa pulang, lalu orang tua tanda tangan,” katanya.
Baca juga: Potret Persalinan di Sorong Selatan: Ibu Lulusan SMP ke Atas Lebih Melek Layanan Medis
| Driver Ojol Dianiaya Calon Penumpang di Kompleks Yohan Sorong, Pelaku Diduga Mabuk |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Jumat 23 Januari 2026: Aquarius Bergairah, Scorpio Perbaiki Komunikasi |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Keuangan Hari Ini Jumat 23 Januari 2026: Virgo Cuan Melimpah, Capricorn Titik Nyaman |
|
|---|
| Apel Bulan K3 Nasional 2026, Manager PLN UP3 Sorong Ingatkan 3 Pilar Aktivitas Ketenagalistrikan |
|
|---|
| Averos Fair 2026 Dibuka: Pameran Sains Kolaboratif, Ajang Kreasi Inovator Muda Papua Barat Daya |
|
|---|