Papua Barat Daya
MRPBD dan GOW Raja Ampat Deklarasikan Tolak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Deklarasi penolakan terhadap segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Raja Ampat.
Penulis: Safwan | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20251220_vgsw.jpg)
Ringkasan Berita:
- Deklarasi penolakan terhadap segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Raja Ampat.
- Kegiatan diawali dengan diskusi untuk menyerap aspirasi perempuan di Raja Ampat.
- MRPBD juga mendorong deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRPBD) bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) mendeklarasikan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Raja Ampat.
Deklarasi yang digelar di Gedung Wanita Syalome Syeben, Waisai, tersebut melibatkan aktivis perempuan Papua Barat Daya, unsur legislatif, serta pemerintah daerah.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Barat Daya Jumat 19 Desember 2025, Kabupaten Sorong dan Raja Ampat Berawan
Delegasi perempuan Suku Moi Maya di MRPBD, Sara Kristina Elwod, menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan diskusi untuk menyerap aspirasi perempuan di Raja Ampat.
Ia mengaku menemukan banyak catatan terkait diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan selama kunjungan tersebut.
Menurutnya, kasus kekerasan terhadap perempuan di Raja Ampat semakin meningkat dan memerlukan langkah konkret untuk menekannya.
Selain menyerap aspirasi, MRPBD juga mendorong deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Baca juga: Konflik Tapal Batas 3 Pulau di Raja Ampat, DPRK Siap Dukung Penuh Langkah MRPBD
Sara menegaskan bahwa Raja Ampat yang dikenal dunia internasional harus mampu menjaga martabat perempuan agar tidak terus menjadi korban kekerasan.
Ke depan, MRPBD mendorong pemerintah daerah untuk membentuk Peraturan Daerah (Perda) yang melindungi hak dan martabat perempuan serta anak di Raja Ampat.
Baca juga: Oknum Pejabat Raja Ampat Cabuli Putri Anak Kandung Dicopot dari Jabatan, Wabup: Hormati Proses Hukum
Aspirasi tersebut juga akan dikawal hingga tingkat Provinsi Papua Barat Daya agar mendapat dukungan bersama. (tribunsorong.com/safwan ashari)
| Koalisi Masyarakat Adat Papua Tegas Tolak Ekspansi Sawit Presiden Prabowo |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Keuangan Besok Sabtu 20 Desember 2025: Gemini Tambah Tabungan, Libra Ambil Peluang |
|
|---|
| Massa Bakar Ban Blokade Jalan Ahmad Yani Depan Mal Sorong, Ini Pemicunya |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 20 Desember 2025: Gemini Makin Erat, Sagitarius Perlu Adaptasi |
|
|---|