Demo PT Gag Nikel
Dirut PT Gag Nikel Disebut Kabur Saat Demo, Perusahaan Beri Klarifikasi
Officer Manager Sorong PT Gag Nikel Rudy S Sumual menjelaskan, bahwa Presiden Direktur telah menemui warga untuk menerima aspirasi.
Penulis: Safwan | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260423_dbmnklofdkbogfd.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Pihak PT Gag Nikel buka suara terkait insiden Presiden Direktur Syarif Faisal Alkadrie yang disebut kabur saat didemo warga Kampung Gag, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat.
Baca juga: Kunjungi Pulau Gag, Dirut ANTAM Tekankan Pendekatan Dialog dalam Operasional Tambang
Officer Manager Sorong PT Gag Nikel Rudy S Sumual menjelaskan, bahwa Presiden Direktur telah menemui warga untuk menerima aspirasi.
“Presiden Direktur sudah bertemu warga di Balai Desa Kampung Gag. Bahkan, pertemuan dua kali,” ujar Rudy, Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan, manajemen perusahaan telah memberikan jawaban atas seluruh tuntutan masyarakat dan berkomitmen menindaklanjutinya.
Baca juga: Gubernur Elisa Kambu Kunker ke PT Gag Nikel, Bahas Kewajiban Pajak Daerah dan Royalti
Sejumlah permintaan warga, seperti beasiswa, penerangan lampu, akses internet, hingga penyediaan speedboat layanan kesehatan akan direalisasikan.
“Kami ingin menjaga hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat agar tidak terjadi masalah ke depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Pulau Gag Faisal J Umero menyampaikan versi berbeda.
Ia menyebut Presiden Direktur dan jajaran perusahaan justru menghindari pertemuan dengan warga.
“Aksi kami bertujuan menyampaikan aspirasi kepada pimpinan PT Gag Nikel dan PT Antam terkait hak-hak masyarakat,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Namun, menurutnya, para pimpinan perusahaan tidak menunjukkan itikad baik dan memilih meninggalkan lokasi melalui jalur laut menuju bandara.
“Mereka pergi menggunakan speedboat untuk naik pesawat. Kami menilai itu bentuk menghindari tanggung jawab,” tegasnya.
Faisal menjelaskan, tuntutan masyarakat mencakup kejelasan program beasiswa bagi mahasiswa asal Kampung Gag, perbaikan infrastruktur jalan desa yang rusak, serta perbaikan layanan listrik dan internet yang sering terganggu.
Selain itu, warga menuntut kepastian akses layanan kesehatan yang layak.
“Aksi ini murni perjuangan masyarakat untuk mendapatkan haknya,” katanya.
Akibat kekecewaan tersebut, warga sempat mendatangi bandara Kampung Gag dan menahan pesawat agar rombongan perusahaan tidak meninggalkan lokasi menuju Sorong. (tribunsorong.com/safwan ashari)
| Program MBG Parkir: Kehadiran dan Semangat Siswa di Sorong Selatan Anjlok |
|
|---|
| 472 Mahasiswa OAP Terima Bantuan Studi Akhir dari Pemprov Papua Barat Daya |
|
|---|
| Tak Lolos PPPK, Eks Honorer Palang Kantor DPPLH: Pemkot Sorong Mediasi |
|
|---|
| 5 RSUD di Papua Barat Daya Dapat Bantuan Rp10 M lebih pada 2025, Layanan Kesehatan Membaik? |
|
|---|
| 12 Ramalan Zodiak Kesehatan Besok Jumat 24 April 2026: Scorpio Overthinking, Aquarius Iritasi Mata |
|
|---|