Senin, 4 Mei 2026

Hardiknas di Raja Ampat

Dulu Diikat, Kini Bebas, Ini Harapan Bupati Raja Ampat ke Guru di Apel Hardiknas

Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan membawa pendidikan semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara.

Tayang:
Penulis: Willem Oscar Makatita | Editor: Milna Sari
zoom-inlihat foto Dulu Diikat, Kini Bebas, Ini Harapan Bupati Raja Ampat ke Guru di Apel Hardiknas
TRIBUNSORONG.COM/WILLEM OSCAR MAKATITA
Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman kantor Bupati Raja Ampat. 

TRIBUNSORONG.COM, WAISAI - Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, pimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023, bertempat di lapangan upacara kantor Bupati setempat, Rabu (2/4/2023).

Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan membawa pendidikan semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara.

Dimana pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan.

Baca juga: 30 Tahun Jadi Guru, Dorkas Maniburi Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Guru

"Anak-anak kita sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri," ujar Bupati Abdul Faris Umlati.

Dikatakan, kalau dulu para kepala sekolah dan kepala daerah kesulitan memonitor kualitas pendidikan, sekarang dapat menggunakan data Asesmen Nasional di Platform Rapor Pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas layanan pendidikan.

Menurutnya, para guru sekarang berlomba-lomba untuk berbagi dan berkarya dengan hadirnya Platform Merdeka Mengajar.

Baca juga: Peringatan Hardiknas, Yan Piet Moso Ajak Guru Kabupaten Sorong Bergerak Semarakkan Ini

"Selain itu, guru-guru yang dulu diikat berbagai peraturan yang kaku sekarang lebih bebas berinovasi di kelas dengan hadirnya Kurikulum Merdeka," terangnya.

Sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran mendalam untuk mengembangkan karakter dan kompetensi, seleksi masuk perguruan tinggi negeri pun sekarang fokus pada mengukur kemampuan literasi dan bernalar.

Dengan merefleksikan hal-hal yang telah dilewati. Kedepan dapat merancang arah perjalanan guna memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan gerakan Merdeka Belajar.(tribunsorong.com/willem oscar makatita)

 

 

Sumber: TribunSorong
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved