Hardiknas di Kota Sorong
Mama Fami, Perempuan Moi Merajut Mimpi di Pondok Harapan
Momentum Hari Pendidikan yang jatuh pada Selasa (2/5/2023) ini menjadi bagian tersendiri dalam kisah inspiratif berikut.
Penulis: Misael Membilong | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230502_Mama-Fami.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Pendidikan bukanlah sebuah jembatan semata bagi sesorang untuk dapat meraih sebuah gelar.
namun pendidikan merupakan pedoman kehidupan bagi semua orang.
Momentum Hari Pendidikan yang jatuh pada Selasa (2/5/2023) ini menjadi bagian tersendiri dalam kisah inspiratif berikut.
Kisah ini datang dari seorang perempuan adat Moi dari Kota Sorong Papua Barat Daya, berbagi cerita mengenai kehidupannya sehari-hari.
Mama Fami (56), seorang mama Papua dari Tanah Moi (Kota Sorong) mengungkapkan, rutinitas perempuan adat Moi pada umumnya adalah berkebun dan merajut noken (tas tradisional Papua).
"Mama, kalau pagi pasti jualan sayur kangkung di depan pondok, kangkung itu mama tong ambil di kolam di belakang ruma, nanti siang atau ada waktu senggang mama duduk bikin noken," Ucap mama Fami saat dihubungi TribunSorong.com via telepon.
Merajut noken, selain menjadi identitas masyarakat adat Papua, sekaligus tumpuan hidup perempuan adat Moi dari Sorong.
Pasalnya, dari hasil penjualan noken akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan anak-anak.
Baca juga: Sanggar Klafun Pertahankan Menganyam Noken di Kota Sorong
Mama Fami mengakui, itulah yang dialami dirinya yang harus membesarkan dan menyekolahkan tiga orang anaknya.
"Tong (Kami) punya anak-anak bisa sekolah tinggi, yah dari hasil jual noken ini sudah," ujar perempuan paruh baya itu.
Ia menambahkan bagaimana harus berjuang bersama suami yang notabenenya adalah seorang petani.
Noken yang dijual mulai dari harga Rp100 ribu sampai dengan Rp500 ribu sedangkan untuk sayur kangkung per ikat di jual Rp10.000.
Pedapatan sehari-hari jika laku dagangannya ia bisa mengahsilkan sampai 3 juta sampai 5 juta per hari dari jualan noken.
Baca juga: Noken dan Koba-koba ditampilkan di Trabas dan Tour City
Dalam usaha merajut dan menjual noken adakalanya ia menemui hari di mana tak satupun dagangnya dibeli.
Perjuangan yang di lakukanya berbuah manis, dari hasil jual noken dan sayur kangkung, Mama Fami mampu menyekolahkan tiga anak nya sampai sarjana.