Majelis Rakyat Papua Barat Daya
Beredar Video Dugaan Suap, Pansel MRPBD Siap Lapor Polisi
Apabila dari video yang dituduhkan tidak terbukti menurut pihak kepolisian, maka Pansel berhak untuk menuntut nama baik dari kepanitiaan.
Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230611_Pansel-MRPBD-anggat-bicara.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRPBD), Hanike Monim, akhirnya angkat bicara soal video yang beredar melalui media sosial terkait dugaan penyuapan yang dituduhkan diterima oleh Pansel MRPBD.
Itu disampaikan Hanike Monim bersama tim Pansel di Hotel Belagri, Kota Sorong, Papua Barat Daya Sabtu (10/6/2023).
Hanike menegaskan video atas tuduhan penyuapan tidak benar adanya.
Baca juga: Situasi Sorong Selatan Usai Penetapan Anggota MRPBD Terpilih, Noak Kladit: Tak Ada Gesekan
"Saya ketua pansel dan rekan-rekan menyatakan dengan tegas untuk publik kalau kami tidak pernah meminta bahkan sampai menerima uang atau benda apapun yang ada hubungannya dengan proses pemilihan MRP," katanya kepada TribunSorong.com.
Hanike berujar, jika ada pihak-pihak tertentu yang merasa tidak puas dengan pernyataan Pansel, silahkan bisa melakukan klarifikasi ataupun melaporkan pengaduan kepada pihak kepolisian.
Baca juga: DASMAYA Raja Ampat Demo Penetapan Calon Tetap MRPBD, Musad: Saya Bersikap Jika Laporan Ada
Apabila dari video yang dituduhkan tidak terbukti menurut pihak kepolisian, maka Pansel berhak untuk menuntut nama baik dari kepanitiaan.
"Pansel juga akan melakukan laporan pengaduan pada pihak kepolisian terkait dengan perihal yang telah beredar," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu Pansel, Miryam Isir, yang jadi sorotan dalam rekaman percakapan yang divideokan mengatakan tuduhan itu tidak benar adanya.
"Keluarga saya masih melakukan rapat terkait video yang tersebar, mereka akan mendatangi kantor Mapolresta Sorong untuk melakukan pengaduan," katanya.
Miryam bilang, ia dan keluarga tidak setuju atau menerima tuduhan-tuduhan yang dalam video dimana namanya pun ikut terseret.
Baca juga: Panpil Dinilai Tidak Taat Asas, Hingga Kini Pj Gubernur Mengaku Belum Terima Laporan Hasil MRPBD
"Sekali lagi kami merasa sangat dirugikan dengan cara-cara seperti itu, sebab kami sendiri tidak menerima apapun saat proses seleksi berlangsung," ucapnya.
"Pihak keluarga sudah siap lapor polisi untuk segera tanggapi masalah ini, mereka bertindak atas nama saya yang diviralkan dalam video tersebut," pungkas dia.(tribunsorong.com/petrus bolly lamak)