Penangkapan Aktivis KNPB
Setelah Aktivis KNPB Ditangkap, Warga Bamusbama Minta 3 Hal Ini ke Pemkab Tambrauw
Tiga permintaan warga Bamusbama yakni pembangunan fasilitas kesehatan seperti puskesmas, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan lapangan bola kaki.
Penulis: Safwan | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230613_Kondisi-terakhir-warga-Kampung-Bamusbama-Distrik-Bamusbama-Kabupaten-Tambrauw.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, FEF - Masyarakat Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, meminta tiga fasilitas dasar dan olahraga ke pemerintah daerah setempat, Selasa (13/6/2023).
Tiga permintaan warga Bamusbama yakni pembangunan fasilitas kesehatan seperti puskesmas, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan lapangan bola kaki.
Permintaan itu disampaikan ke pemerintah daerah Tambrauw, Papua Barat Daya, setelah adanya penangkapan aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB).
Baca juga: Pasca Penangkapan Aktivis KNPB, Pemkab Tambrauw Gencarkan Patroli Rutin
Seorang warga Bamusbama Lois Yesyan (65) mengatakan, dengan adanya kejadian tersebut pihaknya meminta tiga fasilitas.
"Kami ingin pemerintah daerah Tambrauw, punya perhatian agar bangun puskesmas, PLTA dan lapangan," ujar Lois kepada TribunSorong.com di Bamusbama.
Ia mengaku, selama ini minimnya perhatian sehingga lewat adanya kejadian itu warga ingin ada tiga fasilitas dasar tersebut ada.
Baca juga: 3 dari 19 Warga Tambrauw yang Ikut Deklarasi KNPB Terjerat Pasar Makar, Ini Strategi Pemerintah
Pasalnya, jika dibangun fasilitas semacam listrik (PLTA), puskesmas dan lapangan masyarakat justru tidak kesulitan.
"Kami ingin keadilan agar masyarakat di Bamusbama tidak susah berobat turun ke Sorong, dan tinggal gelap," tuturnya.
"Fasilitas Puskesmas Pembantu yang ada di sini dibangun tapi tidak ada obat."
Oleh karena itu, ketika ada warga yang sakit parah harus lari ke Fef atau bisa langsung ke RSUD Sele Be Solu Sorong.
Baca juga: Kapolda Papua Barat Imbau Warga Tenang, Aparat Tak Akan Biarkan Jaringan KNPB Berkembang
Tak hanya itu, fasilitas lain seperti sekolah pun harus diperhatikan yakni SMA.
Sabab, rata-rata anak di Bamusbama, Tambrauw harus lanjut di Sorong, karena tidak ada sekolah SMA.
Tak hanya itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Distrik Bamusbama Maikel Yeblo (27) menambahkan, pemerintah harus membangun fasilitas agar masyarakat merasa terbantukan.
Ketika tidak diperhatikan, otomatis mereka pun bisa saja ikut kegiatan yang tak dikehendaki seperti kemarin.
"Kami selama ini tidak tahu dengan pengaruh dari luar, dan ini adalah yang kali pertama di Bamusbama," ungkapnya.
Baca juga: Polisi Bongkar Misi Pelantikan KNPB Wilayah Tambrauw Papua Barat Daya