Brigjen TNI Antoninho da Silva: Raja Ampat Bisa Menjadi Barometer Bebas Konflik Sosial
Kabupaten Raja Ampat Papua Barat Daya dapat menjadi barometer bebas konflik sosial untuk keseluruhan wilayah di Indonesia.
Penulis: Willem Oscar Makatita | Editor: Rahman Hakim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/Brigjen-TNI-Antoninho-Rangel-da-Silva-2.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, WAISAI - Kabupaten Raja Ampat Papua Barat Daya dapat menjadi barometer bebas konflik sosial untuk keseluruhan wilayah di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Waasintel Kasad Bidang Jemen Brigjen TNI Antoninho Rangel da Silva dalam arahannya pada acara Bimkom mencegah adanya konflik sosial pada seluruh komponen masyarakat yang digelar Kodim 1805/Raja Ampat belum lama ini.
Menurutnya, Indonesia merupakan Negara berkembang yang sedang membangun sejak Proklamasi Kemerdekaan hingga sekarang.
Baca juga: Pengelolaan Dana Desa Tak Transparan, Warga Wejim Timur Raja Ampat Bakar Kantor Kampung
Baca juga: Peduli Lingkungan, Oldstar Raja Ampat Eks PERSIRAM Bersih-bersih Kota Waisai
Baca juga: Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati Raih Gelar Magister Pendidikan
Baca juga: Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati Luncurkan Proyek Perubahan Sembilan Pejabat Eselon II
"Keberlangsungan penyelenggaraan pembangunan nasional tidak pernah bebas dari ancaman," ujar Brigjen TNI Antoninho Rangel da Silva.
Dikatakannya, Kodim 1805/Raja Ampat mengambil langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan yang kondusif melalui metode tanya jawab yang pada akhirnya melahirkan komunikasi dengan semua pihak, baik itu TNI-Polri, Pemerintah, dan seluruh masyarakat.
“Saya berharap kita semua yang hadir disini dapat bersama- sama berkontribusi menciptakan Raja Ampat bebas dari konflik sosial dengan menjadi Agent Of Change," tandasnya.
(Tribun Sorong.com/foto Diskominfo Raja4)