Sumber Daya Manusia Maybrat
Ini Sosok Akademisi Penggagas Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Maybrat
Mereka adalah Agus Sumule sebagai penggagas SSH dan Yan Nunaki sebagai Ketua Tim SSH dan Herman Tubur sebagai Sekretaris SSH.
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20240318_Kadis-Pendidikan-Maybrat.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang diterapkan di Kabupaten Maybrat digagas oleh tim UNIPA.
Mereka adalah Agus Sumule sebagai penggagas SSH dan Yan Nunaki sebagai Ketua Tim SSH dan Herman Tubur sebagai Sekretaris SSH.
Baca juga: Bincang di Podcast TribunSorong.com, Pj Bupati Maybrat Ngomong Manfaat SSH dan Makan Gratis
Penggagas SSH Agus Sumule mengatakan, Pemkab Maybrat bekerja sama dengan UNIPA dalam rangka peningkatan pelayanan pendidikan.
Melalui SSH ini bisa menekan serendah-rendahnya jumlah penduduk usia sekolah yang tidak bersekolah.
Ada salah satu faktor yang memengaruhi anak-anak tidak ke sekolah yaitu karena tidak memperoleh makanan.
Program SSH ini Pemkab Maybrat bisa memberi makanan gratis kepada anak-anak di sekolah, sehingga merasa senang dan nyaman selama bersekolah.
“Jadi memang kalau di daerah pedalaman biasanya orang tua selalu membawa anaknya ke tempat kerja ke hutan maupun ke laut, karena kalau dikasih tinggal tidak ada yang kasih makan,” katanya kepada TribunSorong.com, Minggu (17/3/2024).
Baca juga: Program SSH di Maybrat Lanjut, Dinas Pendidikan Tambah Ayamaru dan Aitinyo sebagai Titik Pelaksana
Lanjutnya, hadirnya program SSH orang tua tidak perlu khawatir meninggalkan anaknya.
Anak akan menghabiskan waktu di sekolah untuk belajar, sampai orang tuanya kembali dari tempat kerja.
“Bukan hanya makan sekali saja melainkan mulai dari makan pagi, makan siang, hingga makan sore sebelum siswa-siswi pulang ke rumah. Dan makanan yang disajikan adalah makanan yang bergizi,” ucapnya.
Ketua Tim SSH Yan Nunaki mengatakan, program SSH ini sudah dijalankan mulai dari Januari hingga Maret 2024.
Ada dua lokus yang dibuka yaitu di Lokus Ayawasi dan Lokus Distrik Mare.
“Jadi untuk lokus Ayawasi itu ada tiga sekolah yang bergabung, kemudian di Mare juga ada tiga sekolah yang bergabung. Jadi ini bukan satu sekolah melainkan ini lokusnya per Distrik, sehingga sekolah-sekolah disitu digabung,” ucap Yan Nunaki.
Baca juga: Masuk Kajian Bappenas, Program SSH dan Makan Gratis di Maybrat Diapresiasi Pemerintah Pusat
Ia bilang, lokus Mare mulai dari Seni, Suswa, Man dan Seya saat ini dalam tahap berjalan namun terdapat tiga sekolah yang aktif yaitu di Seni, Suswa dan Sun yang dipusatkan di Ibu Kota Distrik Mare.
“Saat ini pembelajaran dipusatkan d SD YPPK Michael Suswa dan untuk jumlah siswa hingga terakhir itu ada 73 orang,” katanya.
Baca juga: Program Makan Gratis di Maybrat Sukses, Diterapkan di Dua Sekolah Program SSH
Sekertaris SSH Herman Tubur menambahkan, program SSH membutuhkan keseriusan dari pemerintah setempat.
Karena SSH ini program yang bagus untuk mengembangkan karakter anak didik di Maybrat.
“Rencana aka nada dua titik di Ayamaru dan Aitinyo,” katanya. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)
| KLHK Siap Bersinergi dengan Pemkab Maybrat, Kelola Kawasan Hutan dan Penataan Tanah |
|
|---|
| Lukris Irjanti Kambu Tutup Usia, Pj Bupati Maybrat: Almarhum Sosok Pemimpin Penuh Dedikasi |
|
|---|
| Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-41, Pj Bupati Bernhard Dukung Upaya Pelestarian Hutan di Maybrat |
|
|---|
| Hadiri Dies Natalis Ke-68 IPDN, Pj Bupati Maybrat Sampaikan Penanganan Eksodus dan Infrastruktur |
|
|---|