Bandara DEO Sorong

Bandara DEO Sorong Gerbang Pariwisata, Cece Tarya Sebut 3 Hal dalam Optimalisasi Pelayanan

Cece Tarya menambahkan, pihaknya ingin seluruh pihak membuka diri dalam rangka peningkatan ekonomi melalui pelayanan Bandara DEO.

|
Penulis: Safwan | Editor: Jariyanto
TRIBUNSORONG.COM/SAFWAN ASHARI
Manajemen Bandara Domine Eduard Osok (Deo) Sorong, Papua Barat Daya menggelar pertemuan bersama sejumlah pihak dalam rangka membahas optimalisasi pelayanan, Selasa (30/4/2024). 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Manajemen Bandara Domine Eduard Osok (Deo) Sorong, Papua Barat Daya menggelar pertemuan bersama sejumlah pihak guna membahas optimalisasi pelayanan, Selasa (30/4/2024).

Baca juga: Robert Kardinal Usul Areal Bandara DEO Sorong Jadi Sentra Penjualan Produk UMKM

Baca juga: Atraksi Cenderawasih Merah di Raja Ampat, Jantan Menari Goda Betina Pikat Mata Wisatawan Asing

Kepala Bandara Deo Sorong Cece Tarya menjelaskan, agenda kegiatan bertujuan menyamakan persepsi dengan pihak-pihak terkait.

"Dari rapat ini ada tiga poin termasuk soal DEO sebagai bandara domestik yang dapat melayani penerbangan internasional," ujarnya.

Cece Tarya menambahkan, pihaknya ingin seluruh pihak membuka diri dalam rangka peningkatan ekonomi melalui pelayanan Bandara DEO.

Melalui kesempatan itu, pihaknya juga akan ikut mendorong terkait sejumlah fasilitas pendukung bagi para wisatawan, di antaranya ruang kedatangan khusus untuk pelancong mancanegara.

"Kami juga paparkan kalau Bandara DEO jadi pintu masuk tujuan wisata maka memang standarnya 100 ribu wisatawan," ucapnya.

Baca juga: Pengguna Pesawat Perintis Bandara Marinda Naik di 2023, Berharap Didarati Pesawat ATR

Baca juga: Penjaga Geosite Piaynemo Sebut Jumlah Wisatawan Meningkat, Perhari Tembus 400 Orang

Cece Tarya berharap, standar ini bisa dijemput oleh pemerintah daerah sehingga ikut menghadirkan fasilitas pendukung lainnya, seperti transportasi hingga hotel.

Selain itu, pihaknya juga ingin mencari solusi terkait harga tiket, sehingga perlu dilakukan kesetaraan agar wisatawan bisa nyaman.

Menurutnya jika dibandingkan dengan wisata Labuan Bajo dan Lombok lebih murah ketimbang berkunjung ke Kabupaten Raja Ampat.

"Kami juga bahas keterisian penumpang masuk dan keluar dari Sorong harus seusai standar yang direncanakan," ujar Cece Tarya. (tribunsorong.com/safwan ashari

Sumber: TribunSorong
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved