Bandara DEO Sorong
Tiket Pesawat ke Sorong Mahal Dipicu Harga Avtur Tinggi, Segini Harganya di Bandara DEO
Harga bahan bakar tersebut tentunya memengaruhi harga ke tiket, yakni semakin tinggi maka tiket juga naik sekitar 37 hingga 45 persen.
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Harga avtur di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya masuk kategori paling tinggi di Indonesia.
Kepala Bandara DEO Cece Tarya mengatakan, harga avtur mencapai Rp16.176 per galon.
"Kita dan beberapa tempat memang ada perbedaan, Di Sorong ini memang cukup tinggi harga avtur se-Indonesia," ujarnya kepada TribunSorong.com, Selasa (30/4/2024).
Baca juga: ASPUMI Sebut Minimnya Transportasi Jadi Penyebab Wisatawan Jarang Berkunjung ke Misool
Baca juga: Penjaga Geosite Piaynemo Sebut Jumlah Wisatawan Meningkat, Perhari Tembus 400 Orang
Ia menyebut, avtur di Jakarta, Labuan Bajo, dan Lombok berada di kisaran Rp13.800 per galon.
Harga bahan bakar tersebut tentunya memengaruhi harga ke tiket, yakni semakin tinggi maka tiket juga naik sekitar 37 hingga 45 persen.
"Kami sudah menanyakan hal ini, ternyata naiknya disebabkan karena faktor distribusi dan transportasi dari Jawa ke Sorong," kata Cece Tarya.
Ia berharap persoalan ini bisa disikapi oleh pemangku kebijakan di daerah sehingga harga avtur bisa ditekan.
Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat Daya Victor Solossa berujar, pihaknya akan mengambil langkah terkait pelayanan angkutan udara tersebut.
"Kalau memang avtur rendah dan buat tiket murah dengan alasan ada KEK dan wisata, maka kita juga punya dua ini," ucapnya.
Optimalisasi pelayanan
Sebelumnya, manajemen Bandara Domine Eduard Osok (Deo) Sorong, Papua Barat Daya menggelar pertemuan bersama sejumlah pihak guna membahas optimalisasi pelayanan, Selasa (30/4/2024).
Baca juga: Aktif Dorong Jumlah Wisatawan, Pemkab Raja Ampat Gelar Festival Pesona Raja Ampat dan Suling Tambur
Baca juga: Wisata Raja Ampat nan Memikat, Segini Wisatawan yang Datang Melancong sepanjang 2020-2022
Kepala Bandara Deo Sorong Cece Tarya menjelaskan, agenda kegiatan bertujuan menyamakan persepsi dengan pihak-pihak terkait.
"Dari rapat ini ada tiga poin termasuk soal DEO sebagai bandara domestik yang dapat melayani penerbangan internasional," ujarnya.
Cece Tarya menambahkan, pihaknya ingin seluruh pihak membuka diri dalam rangka peningkatan ekonomi melalui pelayanan Bandara DEO.
Melalui kesempatan itu, pihaknya juga akan ikut mendorong terkait sejumlah fasilitas pendukung bagi para wisatawan, di antaranya ruang kedatangan khusus untuk pelancong mancanegara.
"Kami juga paparkan kalau Bandara DEO jadi pintu masuk tujuan wisata maka memang standarnya 100 ribu wisatawan," ucapnya.
Cece Tarya berharap, standar ini bisa dijemput oleh pemerintah daerah sehingga ikut menghadirkan fasilitas pendukung lainnya, seperti transportasi hingga hotel. (tribunsorong.com/safwan ashari)
Landing Perdana di Bandara DEO Sorong, Pesawat Trans Nusa Disambut Tradisi Water Salute |
![]() |
---|
Pulau Wayag Ikon Wisata Unggulan Raja Ampat, Idola para Wisatawan, Suguhkan Pemandangan Eksotis |
![]() |
---|
Wisata Teluk Kabui Raja Ampat, Dijuluki Wayag Mini Menyimpan Pesona Alam yang Indah |
![]() |
---|
Robert Kardinal Usul Areal Bandara DEO Sorong Jadi Sentra Penjualan Produk UMKM |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.