HUT 79 RI
Permainan Tradisional "Patah Kaleng" Meriahkan HUT Ke-79 RI di Raja Ampat
Masyarakat Raja Ampat pun antusias mengikuti permainan ini yang mana terdapat 14 tim ambil bagian.
Penulis: Willem Oscar Makatita | Editor: Jariyanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20240814_patah-kaleng-di-raja-ampat.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, WAISAI - Permainan tradisional "patah kaleng" dilombakan dalam rangka memeriahkan HUT Ke-79 RI di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Patah kaleng merupakan olahraga mirip futsal, namun yang membedakan pada gawangnya.
Baca juga: Turnamen Tenis Lapangan dan Sepak Takraw HUT Ke-79 RI di Raja Ampat Bergulir
Dalam futsal, pemain harus mencetak gol ke gawang, sedangkan patah kaleng pemain wajib menjatuhkan kaleng yang dijadikan sebagai gawang.
Adapun durasi permainan 2x20 menit yang mana pemenangnya adalah tim yang paling banyak menjatuhkan kaleng.
Baca juga: 80 Link Twibbon 17 Agustus 2024, Jadikan Perayaan HUT ke-79 RI Makin Berarti, Lengkap Cara Memasang
Bedanya lagi, satu tim terdiri dari dari empat pemain, sedangkan pada futsal lima pemain.
Masyarakat Raja Ampat pun antusias mengikuti permainan ini yang mana terdapat 14 tim ambil bagian.
Tim-tim berasal dari kelompok masyarakat di Waisai serta dua tim dari perangkat daerah di lingkungan Pemkab Raja Ampat, yakni Dinas Perikanan dan Setda Raja Ampat.
"Lomba patah kaleng merupakan bentuk permainan rakyat atau tradisional yang dikemas secara baik dalam sisi aturan dan maupun pola permainan," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Raja Ampat Herman Soor , Rabu (14/8/2024).
Baca juga: Hari Kebaya Nasional, GOW Raja Ampat Bangga Berkebaya Pertahankan Budaya Ditengah Arus Globalisasi
Menurutnya, pertandingan menerapkan sistem gugur mengingat keterbatasan waktu.
Ia berharap pertandingan tersebut dapat menciptakan anak-anak muda yang berprestasi di bidang olahraga dan mewujudkan masyarakat Raja Ampat yang sehat. (tribunsorong.com/willem oscar makatita)