Sabtu, 13 Juni 2026

Hikmah Ramadan 2025

Merawat Kemabruran Puasa bagian 25: Dari Syari'ah ke Hakikat

Syari'ah lebih merupakan konsep merambah jalan Tuhan, sedangkan hakikat keabadian di dalam melihat-Nya.

Tayang:
Editor: Jariyanto
zoom-inlihat foto Merawat Kemabruran Puasa bagian 25: Dari Syari'ah ke Hakikat
Tribunnews.com
KA'BAH - Ilustrasi umat muslim berkumpul di ka'bah, Makkah, Arab Saudi. Tempat ini menjadi tujuan umat muslim di seluruh dunia yang ingin menunaikan ibadah haji maupun umrah. Menurut Al-Qusyairi, syari'ah merupakan perintah yang harus dilaksanakan dalam bentuk ibadah, sedangkan hakikat merupakan kesaksian akan kehadiran peran serta ketuhanan dalam setiap kehidupan. 

Oleh: Prof., Dr., K.H., Nasaruddin Umar, M.A. (Menteri Agama RI)

TRIBUNSORONG.COM - Dalam kitab-kitab tasawuf sering kita temukan istilah: Man tashawwaf wa lam yatafaqqaha faqad tafassaq, wa man tafaqqaha wa lam yatashawwafa faqad tazandaq, wa man jama’a baina huma faqad tahaqqaqah (Barangsiapa yang bertasawuf (hakikat) tanpa berfikih (syari'ah) maka ia fasik. Barangsiapa yang berfikih tanpa bertasawuf maka ia zindiq, dan barangsiapa yang menggabungkan keduanya maka ia mencapai puncak kebenaran).

Pernyataan ini mengisyaratkan betapa pentingnya penyerasian antara syari'ah dan hakikat.

Baca juga: Merawat Kemabruran Puasa bagian 24: Dari Sugesti Setan ke Sugesti Malaikat

Menurut Al-Qusyairi, syari'ah merupakan perintah yang harus dilaksanakan dalam bentuk ibadah, dan hakikat merupakan kesaksian akan kehadiran peran serta ketuhanan dalam setiap kehidupan.

Syari'ah lebih merupakan konsep merambah jalan Tuhan, sedangkan hakikat keabadian di dalam melihat-Nya.

Kita masih mengenal satu istilah lain, yaitu tarekat, yang merupakan perjalanan hamba di dalam meniti jalan syari'ah.                

Dengan alasan apapun, tidak ada jalan lain para ahli hakikat untuk meninggalkan syari'ah, namun idealnya pengamalan syari'ah disemangati oleh hakikat. 

Baca juga: Merawat Kemabruran Puasa bagian 22: Dari Rahman ke Rahim

Wadah untuk menyinergikan antara syari'ah dan hakikat ialah tarekat.

Orang yang menuntun jemaah unruk melakukan sinerji syari'ah dan hakikat biasanya disebut musrsyid, sedangkan mursyid adalah representasi atau perpanjangan syekh, yang merupakan pendiri dan penganjur suatu tarekat.

Kehadiran syari'ah yang tidak diikat dengan hakikat tidak dapat diterima.

Sebaliknya kehadiran hakikat tidak dilandasi syari'ah tidak akan berhasil, bahkan kemungkinannya bisa mengakibatkan penyesatan. 

Siapapun yang hendak memasuki dunia hakikat lebih jauh sebaiknya memilki mursyid yang akan membimbing mereka.

Syari'ah berisi beban hukum dari Allah SWT kepada para hamba, sedangkan hakikat lebih merupakan dominasi kreatif Al-Haq dan merupakan kesaksian terhadap sesuatu yang telah ditentukan pada diri hamba.

Al-Qusyairi mencontohkan, iyyaka na'budu adalah manifestasi syari'ah, sedangkan iyyaka nasta'in adalah manifestasi hakikat.

Baca juga: Merawat Kemabruran Puasa bagian 22: Dari Rahman ke Rahim

Sesungguhnya seseorang tidak mesti harus bertarekat, tidak mesti juga seseorang memiliki syekh atau mursyid dalam arti pemimpin tarekat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved