Maybrat
Sosialisasi Antiperundungan, Sekda Maybrat Ingatkan Risiko Hukum: Bisa Berujung Penjara
Sekda Kabupaten Maybrat Ferdinandus Taa membuka sosialisasi pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Aifat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20250429_sekda-maybrat-buka-sosialisasi.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, KUMURKEK - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maybrat Ferdinandus Taa membuka sosialisasi pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Selasa (29/4/2025).
Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Barat daya 29 April 2025, Udara di Maybrat dan Sorong Kabur Sepanjang Hari
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Maybrat sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya perundungan, kekerasan, dan intoleransi di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Ferdinandus Taa menegaskan, bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada siswa dalam mengenali, mencegah, serta mengatasi berbagai kasus perundungan, kekerasan, dan intoleransi.
Baca juga: TP PKK Maybrat 2025-2030 Dilantik, Bupati Minta Pengurus Fokus Implementasi Program Prioritas
Kegiatan ini penting untuk membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh siswa.
"Siswa juga dibekali keterampilan untuk mengatasi kasus-kasus tersebut," ujar Ferdinandus.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam sosialisasi ini, siswa dikenalkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP).
PPKSP mengatur upaya pencegahan dan penanganan berbagai bentuk kekerasan, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi, dan intoleransi di lingkungan pendidikan.
Baca juga: Sekda Maybrat Tegaskan Disiplin ASN, Hentikan Praktik Gaji Ilegal dan Atur Kepindahan Pegawai
Lebih lanjut, Ferdinandus menjelaskan bahwa melalui sosialisasi ini, siswa diharapkan dapat meningkatkan keterampilan sosial seperti kemampuan berkomunikasi, berempati, dan menyelesaikan masalah secara damai.
"Dengan sosialisasi ini, kami berharap siswa-siswi di Maybrat mampu memahami pentingnya mencegah perundungan, kekerasan, dan intoleransi, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua," tambahnya.
Selain itu, Ferdinandus Taa juga menyinggung pentingnya penggunaan media sosial secara bijak bagi siswa maupun guru.
Ia mengingatkan bahwa pepatah lama yang mengatakan di ujung rotan ada emas kini telah berubah.
"Sekarang, di ujung rotan bisa ada terali besi," ujarnya, mengingatkan akan konsekuensi hukum atas kekerasan dan penyalahgunaan media sosial.
Baca juga: Sekda Maybrat Hadiri HUT ke-20 Seminari Petrus Van Diepen di Sorong
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari para siswa dan guru, yang berharap kegiatan serupa terus dilakukan untuk mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Maybrat. (*/tribunsorong.com)