Jumat, 8 Mei 2026

Inflasi di Papua Barat Daya

BPS Catat Ekonomi Papua Barat Daya Awal 2026 Melemah

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat/Papua Barat Daya merilis sejumlah indikator ekonomi terbaru di Kantor BPS Kabupaten Sorong.

Tayang:
zoom-inlihat foto BPS Catat Ekonomi Papua Barat Daya Awal 2026 Melemah
TribunSorong.com/Taufik Nuhuyanan
RILIS BPS - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya resmi merilis sejumlah indikator ekonomi strategis terbaru yang mencerminkan kondisi daerah pada awal tahun 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat/Papua Barat Daya merilis sejumlah indikator ekonomi terbaru di Kantor BPS Kabupaten Sorong, Senin (2/3/2026).
  • Kepala BPS Papua Barat Merry,menjelaskan, beberapa indikator penting, seperti inflasi, nilai tukar petani, ekspor-impor, pariwisata, produksi jagung, hingga transportasi udara di Papua Barat Daya.
  • Indeks Harga Konsumen (IHK) Papua Barat Daya pada Februari 2026 tercatat sebesar 107,21.

TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat/Papua Barat Daya merilis sejumlah indikator ekonomi terbaru di Kantor BPS Kabupaten Sorong, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Wakili Indonesia, 2 Qori-qoriah Papua Barat Daya Siap Berlaga di MTQ Internasional Malaysia

Kepala BPS Papua Barat Merry,menjelaskan, beberapa indikator penting, seperti inflasi, nilai tukar petani, ekspor-impor, pariwisata, produksi jagung, hingga transportasi udara di Papua Barat Daya.

Inflasi dan Perkembangan Harga

Indeks Harga Konsumen (IHK) Papua Barat Daya pada Februari 2026 tercatat sebesar 107,21. 

Secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,57 persen namun, secara tahunan masih terjadi inflasi sebesar 4,16 persen. 

Baca juga: 3 Pilar Pembangunan Manusia: BPS Sorong Tekankan Pentingnya IPM dan Hasil Sensus

Sementara itu, inflasi tahun kalender tercatat deflasi 0,38 persen.

Dari tiga kota IHK di Papua Barat Daya, satu kota mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi. 

“Meski begitu, secara tahunan ketiganya masih mencatat inflasi,” kata Merry.

Kondisi Petani

Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026 berada di angka 99,62 atau turun 0,68 persen dibandingkan Januari 2026. 

Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) juga turun 0,80 persen menjadi 120,05.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) tercatat 105,39 atau turun 1,32 persen. 

Secara regional, Papua Barat Daya berada di peringkat ke-11 dari 14 provinsi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).

Perdagangan Luar Negeri

Nilai ekspor Papua Barat Daya pada Januari 2026 sebesar 1,72 juta dolar AS, turun 30,93 persen dibandingkan Desember 2025. 

Baca juga: BPS dan Satgas MBG Evaluasi Program di Papua Barat Daya, Wagub Ahmad Nausrau Atensi Harga

Sumber: TribunSorong
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved