Bentrokan di Kota Sorong

Respons dan Sikap MRPBD-DPRP Otsus Papua Barat Daya Soal Demo Tapol NFRPB di Kota Sorong

Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRPBD), DPRP Papua Barat Daya Otsus dan tokoh adat sikapi kericuhan di Kota Sorong.

|
Penulis: Angela Cindy | Editor: Petrus Bolly Lamak
TRIBUNSORONG.COM/ANGELA CINDY
SIKAPI KERICUHAN - Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRPBD), DPRP Papua Barat Daya Otsus dan tokoh adat sikapi kericuhan di Kota Sorong. 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRPBD), DPRP Papua Barat Daya Otsus dan tokoh adat sikapi unjuk rasa berujung ricuh di Kota Sorong.

Diketahui, unjuk rasa di Kota Sorong terjadi sejak Rabu (27/8/2025) malam.

Baca juga: Polisi Bebaskan 16 Warga dalam Demo NFRPB di Sorong, 7 Orang Tetap Ditahan

Pendemo merupakan simpatisan tahanan politik (tapol) NFRPB.

Unjuk rasa dipicu pemindahan sidang tapol NFRPB dari Sorong ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Demo ini berujung kericuhan yang terjadi beberapa hari sejak Kamis hingga Jumat (29/8/2025) sore.

Baca juga: TERKINI Mama-Mama Papua Unjuk Rasa di Depan Mapolresta Sorong Kota

Ketua Pokja Adat MRPBD Mesak Mambraku mengajak semua pihak menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami sepakat menjaga kamtibmas. Kami meminta pendekatan persuasif dari aparat agar tidak ada korban lagi. Semua harus diselesaikan dengan cara budaya,” katanya, Jumat (29/8/2025). 

Anggota DPRP Papua Barat Daya jalur otsus Robby W mengingatkan masyarakat tidak mudah terprovokasi.

"Kita orang asli Papua jangan mudah terpengaruh kepentingan luar. Kami siap menjadi jaminan agar anak-anak yang ditahan mendapat perhatian, dan DPRP Otsus akan tetap mengawal proses ini,” kata Robby.

Baca juga: Seruan Pemuda Katolik Tanah Papua, Sikapi Kericuhan di Kota Sorong: Minta Aparat Kedepankan Dialog

Asisten I Setda Kota Sorong Jeremias Gembenop meminta masyarakat tidak terpancing isu terutama melalui media sosial.

“Kondisi Sorong saat ini berangsur pulih. Kami imbau masyarakat tetap tenang. Untuk anak-anak yang masih di bawah umur, sebaiknya segera dibebaskan. Mereka harus dijadikan agen perdamaian, bukan korban,” kata Jeremias.

Pemerintah bersama MRPBD, DPRP Otsus, dan tokoh adat berusaha agar Sorong sebagai kota damai sekaligus barometer perdamaian di Papua Barat Daya. 

Baca juga: 150 Personel Siaga di Kompleks Yohan Kota Sorong, Antisipasi Konflik Susulan: Warga Tetap Waspada

Adapun perwakilan MRPBD yaitu Ketua Pokja Adat Mesak Mambraku, Ketua Pokja Perempuan Dorce Kambu, Wakil Ketua Pokja Agama Edison Salossa, Simson Sremere anggota, Petrus Sasior anggota dan Soleman Mobalen. (tribunsorong.com/angela cindy)

Sumber: TribunSorong
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved