Kampung Nelayan Merah Putih
Implementasi Program Kampung Nelayan Merah Putih di Papua Barat Daya, Raja Ampat Tunggu Peresmian
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menggelar pertemuan di kantor gubernur.
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Jariyanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260204_kampung-nelayan-papua-barat-daya.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemprov Papua Barat Daya bersama Kementerian KKP RI menggelar pertemuan di kantor gubernur, kompleks kantor Wali Kota Sorong, Rabu (4/3/2026).
- Agenda membahas implementasi Program Prioritas Nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
- Target nasional KNMP membangun 1.000 kampung nelayan hingga 2028, khusus Tanah Papua minimal 200 di berbagai lokasi.
- Penentuan lokasi bergantung pada kesiapan daerah, terutama terkait kepastian status lahan yang harus “clean and clear”.
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menggelar pertemuan di kantor gubernur, kompleks kantor Wali Kota Sorong, Rabu (4/3/2026).
Agenda kegiatan membahas implementasi Program Prioritas Nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Baca juga: Nelayan OAP Sorong Selatan Diajari Bikin Perahu Fiberglass, Sebulan Hasilkan 18 Unit
Acara dihadiri Gubernur Elisa Kambu, Direktur Kepelabuhanan Perikanan Ady Candra, Ketua DPR Papua Barat Daya Ortis Fernando Sagrim, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat Daya Absalom Solossa, dan sejumlah pejabat lainnya.
Ady Candra mengatakan, program KNMP merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pembangunan industri perikanan berbasis masyarakat.
"Tujuannya membangun industri perikanan untuk rakyat. Kami sudah survei di Kota Sorong dan Raja Ampat, diharapkan dapat diimplementasikan tahun ini," ujarnya.
Baca juga: DPR Kota Sorong Minta Dinas Perikanan Perhatikan Pemerataan Bantuan Bagi Nelayan di Pulau Doom
Ady menjelaskan, target nasional membangun 1.000 kampung nelayan hingga 2028, khusus Tanah Papua minimal 200 di berbagai lokasi
Penentuan lokasi bergantung pada kesiapan daerah, terutama terkait kepastian status lahan yang harus “clean and clear”.
“Kalau lahannya siap dan memenuhi kriteria teknis serta didukung pemerintah daerah, kami segera usul dibangun,” kata Ady.
Peluang emas daerah pesisir
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Absalom Solossa menyebut, program ini sebagai peluang emas bagi daerah pesisir di lima kabupaten/kota di Papua Barat Daya yang memiliki wilayah laut.
KNMP akan dibangun secara terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti SPBN, cold storage, pabrik es, pelabuhan perikanan, hingga penyediaan air bersih.
“Ini peluang besar karena seluruh pembiayaan berasal dari pemerintah pusat. Daerah hanya perlu memastikan kesiapan lahan dan kepastian hukumnya, kalau itu terpenuhi, pembangunan bisa segera dilakukan,” kata Absalom.
Baca juga: Kelompok Nelayan Dapat Bantuan dari Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, Tingkatkan Hasil Tangkapan
Ia juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk aktif bersaing mengusulkan lokasi, mengingat program ini akan memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat nelayan.
Adanya fasilitas lengkap, nelayan tidak lagi kesulitan menjual hasil tangkapan, karena akses pasar terbuka, bahkan hingga ekspor.
"Ini akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar Absalom.
| Konsolda Pendidikan 2026 di Kota Sorong: Perkuat Sinergi Kolaborasi Pusat, Daerah, dan Stakeholder |
|
|---|
| Pemuda Melati Raya Kota Sorong Gelar Festival Kampung Ramadan: Gandeng 30 UMKM |
|
|---|
| Tak Sekadar Buka Puasa, Safari Ramadan di Sorong Selatan Jadi Simbol Kuatnya Kerukunan |
|
|---|
| Simpan Sertipikat di Google Drive Kini Jadi Tren Keamanan Aset di Wilayah Rawan Bencana |
|
|---|
| Buntut Telur Basi dan Salak Busuk, Satgas MBG Kota Sorong 'Gembok' Sementara SPPG Remu Selatan |
|
|---|