Imigrasi
Krisis Jadi Momentum Refleksi, Imigrasi Bersih-Bersih Budaya Kerja Lama
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan pentingnya langkah konkret untuk meningkatkan integritas pelayanan publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260612_FDKLBNLFDKNB.jpg)
TRIBUNSORONG.COM - Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan pentingnya langkah konkret untuk meningkatkan integritas pelayanan publik.
Hal ini disampaikan dalam pengarahan kepada seluruh jajaran Imigrasi di Indonesia serta Atase Imigrasi di Perwakilan RI, yang digelar secara hybrid di Aula Ditjen Imigrasi, Selasa (9/6/2026).
“Kita serahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan kepada aparat penegak hukum," tegasnya, melalui siaran pers kepada Tribunpapuabarat.com.
"Mulai minggu ini, saya minta semua jajaran kembali fokus pada tugas, fungsi, dan program-program yang sudah dicanangkan. Pelayanan kepada masyarakat harus berjalan optimal,” ujar Hendarsam melanjutkan.
Baca juga: Gelar Upacara Harlah Pancasila 2026, Insan Imigrasi Sorong Siap Jaga Kepercayaan Masyarakat
Ia mengakui krisis yang dihadapi menjadi pukulan besar bagi organisasi.
Namun, momentum ini harus dijadikan refleksi total untuk menghapus praktik dan budaya kerja lama yang tidak sesuai.
“Zaman sudah berubah, tuntutan masyarakat pun berubah. Tidak ada hak istimewa bagi siapapun untuk melakukan pelanggaran,” tegasnya.
Hendarsam menekankan, pelayanan publik bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga rentan terhadap komplain dan kritik.
Baca juga: Mudahkan Taruna dan Pegawai, Imigrasi Sorong Gelar Layanan Eazy Paspor di BP2IP
Aparatur dituntut memiliki mental kuat untuk merespons setiap keluhan dengan cepat dan transparan.
Menurutnya, Ditjen Imigrasi memiliki sumber daya manusia unggul, tetapi kapasitas tersebut harus dibarengi integritas agar organisasi kembali tegak.
Ia juga menegaskan orientasi utama Imigrasi adalah memangkas jarak dengan masyarakat.
Segala bentuk kecemburuan sosial maupun persepsi negatif publik harus dijawab dengan perubahan sikap dan komitmen nyata.
“Gagasan Imigrasi untuk Rakyat lahir karena kita harus mendekatkan diri dan menghilangkan jarak dengan masyarakat. Fokus kita sekarang adalah membuktikan komitmen itu, merebut kembali kepercayaan publik, dan memastikan setiap kerja Imigrasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunpapuabarat.com dengan judul Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja, Hilangkan Budaya Lama yang Tak Patut
| Buka Penyusunan RAP Awal Dana Otsus 2027, Sekda Maybrat Tekankan 5 Poin Strategis |
|
|---|
| Lewat Pemberdayaan Perempuan, PNM dan KPPA Jaga Kesehatan Mental Anak di Bajawa |
|
|---|
| Profil Ali Baham Temongmere, Tokoh Muslim Fakfak yang Didapuk Ketua Panitia Pesparawi Nasional XIV |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga dan PMI Jayapura Jalin Kerja Sama Sektor Kemanusiaan |
|
|---|
| Kisah Nining Ivana, Perempuan Fakfak yang Rajut 'Demam' Piala Dunia 2026 Lewat Tas Noken |
|
|---|