Jumat, 24 April 2026

Demo PT Gag Nikel

Dirut PT Gag Nikel Disebut Kabur Saat Demo, Perusahaan Beri Klarifikasi

Officer Manager Sorong PT Gag Nikel Rudy S Sumual menjelaskan, bahwa Presiden Direktur telah menemui warga untuk menerima aspirasi.

Tayang:
Penulis: Safwan | Editor: Petrus Bolly Lamak
zoom-inlihat foto Dirut PT Gag Nikel Disebut Kabur Saat Demo, Perusahaan Beri Klarifikasi
Sumber Lain/Tidak Ada
KAMPUNG GAG -- Presiden Direktur PT Gag Nikel Syarif Faisal Alkadrie dijemput warga di Bandara Kampung Gag Nikel, Selasa (21/4/2026).(tribunsorong.com/safwan) 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Pihak PT Gag Nikel buka suara terkait insiden Presiden Direktur Syarif Faisal Alkadrie yang disebut kabur saat didemo warga Kampung Gag, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat.

Baca juga: Kunjungi Pulau Gag, Dirut ANTAM Tekankan Pendekatan Dialog dalam Operasional Tambang

Officer Manager Sorong PT Gag Nikel Rudy S Sumual menjelaskan, bahwa Presiden Direktur telah menemui warga untuk menerima aspirasi.

“Presiden Direktur sudah bertemu warga di Balai Desa Kampung Gag. Bahkan, pertemuan dua kali,” ujar Rudy, Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan, manajemen perusahaan telah memberikan jawaban atas seluruh tuntutan masyarakat dan berkomitmen menindaklanjutinya.

Baca juga: Gubernur Elisa Kambu Kunker ke PT Gag Nikel, Bahas Kewajiban Pajak Daerah dan Royalti

Sejumlah permintaan warga, seperti beasiswa, penerangan lampu, akses internet, hingga penyediaan speedboat layanan kesehatan akan direalisasikan.

“Kami ingin menjaga hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat agar tidak terjadi masalah ke depan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Pulau Gag Faisal J Umero menyampaikan versi berbeda.

Ia menyebut Presiden Direktur dan jajaran perusahaan justru menghindari pertemuan dengan warga.

“Aksi kami bertujuan menyampaikan aspirasi kepada pimpinan PT Gag Nikel dan PT Antam terkait hak-hak masyarakat,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Namun, menurutnya, para pimpinan perusahaan tidak menunjukkan itikad baik dan memilih meninggalkan lokasi melalui jalur laut menuju bandara.

“Mereka pergi menggunakan speedboat untuk naik pesawat. Kami menilai itu bentuk menghindari tanggung jawab,” tegasnya.

Faisal menjelaskan, tuntutan masyarakat mencakup kejelasan program beasiswa bagi mahasiswa asal Kampung Gag, perbaikan infrastruktur jalan desa yang rusak, serta perbaikan layanan listrik dan internet yang sering terganggu.

Selain itu, warga menuntut kepastian akses layanan kesehatan yang layak.

“Aksi ini murni perjuangan masyarakat untuk mendapatkan haknya,” katanya.

Akibat kekecewaan tersebut, warga sempat mendatangi bandara Kampung Gag dan menahan pesawat agar rombongan perusahaan tidak meninggalkan lokasi menuju Sorong. (tribunsorong.com/safwan ashari)

Sumber: TribunSorong
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved