Pemkab Tambrauw
Perkuat Kolaborasi, Pemkab Tambrauw Gelar Workshop dengan Mitra Pembangunan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tambrauw gelar workshop untuk menata dan menertibkan kerjasama dengan mitra pembangunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20250914_workshop.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tambrauw gelar workshop untuk menata dan menertibkan kerjasama dengan mitra pembangunan.
Acara dibuka Plt. Sekda Tambrauw Tunggul Panjaitan di Hotel Vega Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (13/9/2025).
Baca juga: Pengurus Sanggar Seni dan Budaya Suku Miyah Tambrauw Dilantik, Siap Hidupkan Seni Tari dan Koba-koba
Ada 22 mitra pembangunan ingin bekerjasama dengan Pemkab Tambrauw, enam lembaga sudah teken MoU.
Di antaranya, lembaga Samdhana, Wwf, Econusa, Asri, RARC dan YKAN.
Baca juga: Aturan Baru: Siswa di Tambrauw Wajib Pakai Noken ke Sekolah
Plt Sekda Tambrauw Tunggul Panjaitan mengatakan, pemda menyadari pentingnya membangun sinergi dengan berbagai pihak.
Dalam konteks inilah, peran mitra pembangunan menjadi sangat strategis untuk mendukung arah kebijakan daerah sekaligus menjawab kebutuhan nyata masyarakat adat.
Baca juga: Rapat Pleno Karteker DPD KNPI Tambrauw Digelar di Sorong, Konsolidasi Rapim dan Musda
Mitra pembangunan hadir sebagai sahabat sekaligus pendamping yang memberikan dukungan teknis, pengetahuan, sumber daya, dan jejaring.
“Kehadiran mereka membantu mempercepat pencapaian tujuan pembangunan, khususnya pada isu-isu prioritas seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, serta perlindungan wilaya adat dan hutan adat,” kata Tunggul Panjaitan.
Kolaborasi ini, lanjutnya, memungkinkan terjadinya inovasi dalam pelayanan dasar, penguatan kapasitas masyarakat, dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Pemkab Tambrauw berharap Kerjasama yang dibangun bersama mitra pembangunan bukan sekadar menjawab kebutuhan sesaat, tetapi benar-benar menjadi investasi jangka Panjang bagi generasi mendatang.
“Mitra pembangunan diharapkan dapat berjalan seiring dengan visi daerah, yaitu mewujudkan Tambrauw sebagai kabupaten konservasi yang sejahtera, sehat, cerdas, dan berakar kuat pada masyarakat adat,” ujarnya.
Baca juga: Sanggar dan Seni Budaya Suku Miyah Tambrauw, Wadah Pelestarian Warisan Leluhur
Ia bilang, workshop ini tak hanya berbicara terkait mengikat komitmen administratif.
Lebih dari itu, meneguhkan semangat kolaborasi mewujudkan pembangunan inklusif, berkelanjutan, dan berbasis masyarakatadat.
“MoU dan PKS ini menjadi instrument nyata memastikan bahwa pembangunan di Tambrauw tidak meninggalkan siapapun, terutama masyarakat adat yang telah lama menjaga tanah ini,” katanya.
Baca juga: Revitalisasi Pendidikan di Tambrauw, Anggaran Rp20 Miliar Disiapkan untuk 10 Sekolah
Staf Khusus Bupati Tambrauw Sepus Fatem menjelaskan, workshop ini bertujuan mengajak semua pihak paham dan tauh mekanisme kerjasama dengan pemda.