Koarmada III Siap Siaga Tempur Papua, Ini Alasannya
Siaga tersebut disampaikan Panglima Koarmada III Laksamana Muda TNI Rachmad Jayadi di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (20/5/2023).
Penulis: Safwan | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/Laksamana-Muda-TNI-Rachmad-Jayadi.jpg)
"Program Komandan Koarmada III lama, kini dikabulkan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Muhammad Ali," ujar Rachmad kepada awak media di Sorong, Sabtu (20/5/2023).
Saat ini, KRI Malahayati-362 kini telah bersandar di pelabuhan Koarmada III Sorong, Papua Barat Daya.
Sementara, KRI Fatahilah-361 yang sedihnya akan digeser hingga kini belum tiba di Koarmada III Sorong.
Ia menyadari, perairan pasifik di wilayah timur Indonesia masih sangat luas, dan harusnya diperkuat dengan armada.
"Kita punya laut luas tapi karena kapal kita di Koarmada III hanya kecil, sehingga dua kapal tipe Korvet ke sini," tuturnya.
Rachmad menuturkan, kedua kapal rudal di Koarmada III akan bertugas dan menjaga seluruh wilayah pesisir di Indonesia Timur.
Spesifikasi Kapal
Pertama, KRI Malahayati-362 merupakan produksi Wilton-Fijenoord, Schiedam, Belanda dan diluncurkan 19 Juni 197 lalu.
Nama Malahayati diambil dari nama seorang laksamana perempuan pertama di dunia modern yang berasal dari Aceh.
Kapal sepanjang 11.342 meter dan lebar 1.110 meter diawaki 82 orang yang merupakan prajurit terbaik bangsa Indonesia.
Kedua, KRI Fatahilah-361 Wilton-Fijenoord, Schiedam, Belanda dan diluncurkan 1979 lalu.
Fatahilah merupakan salah satu Pahlawan Nasional yang berjasa merebut Sunda Kelapa dari tangan Portugis menamainya Jayakarta.
Kapal sepanjang 8.385 meter dan lebar 1.110 meter diawaki 82 orang prajurit terbaik bangsa Indonesia.
Berdasarkan Indonesia yang dihimpun TribunSorong.com, kedua kapal rudal tersebut akan bertugas mengawal laut Maluku, Maluku Utara hingga pulau Papua.(tribunsorong.com/safwan)