Minggu, 12 April 2026

Wisata Papua Barat Daya

Tiga Budaya Turun Temurun di Papua Barat Daya

Papua Barat Daya memiliki sejumlah fakta unik soal potensi sumber daya alam yang melimpah, destinasi wisata hingga kebudayaannya. 

Tayang:
Penulis: Misael Membilong | Editor: Milna Sari
zoom-inlihat foto Tiga Budaya Turun Temurun di Papua Barat Daya
Instagram/genpi_papuabaratdaya
Upacara Sasi Festival Bahari Raja Ampat. 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Kehadiran Provinsi Papua Barat Daya sebagai wilayah pemekaran termuda di Indonesia tentu punya sederet fakta yang mengagumkan.

Provinsi baru ini mencakup Kota Sorong sebagai ibu kota, lalu ada Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Tambrauw, dan Kabupaten Maybrat.

Papua Barat Daya memiliki sejumlah fakta unik soal potensi sumber daya alam yang melimpah, destinasi wisata hingga kebudayaannya. 

Lantas, apa saja daya tarik kebudayaan di Papua Barat Daya?

Tribuners, ini dia tiga Budaya yang masih terpellihara dan dilakukan sampai hari ini.

1. Kain Timor

Kain Timor atau kain timur adalah kain tenun yang berasal dari luar Papua, terutama dari Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara.

Kain tenun khas timor ini oleh para pedagang dipakai sebagai alat tukar dengan orang Papua.

Khusunya masyarakat asli yang mendiami wilayah kepala burung Papua (Semenanjung Domberai) sejak abad ke 16 - 17.

Komoditi yang dipertukarkan adalah seperti budak, burung cendrawasih, dan kayu mesoyi serta hasil hutan lainnya.

20230530_mas kawin Suku Maybrat
Pembayaran mas kawin Suku Maybrat.

Orang-orang di barat daya Papua sekarang dapat menenun kain Timor mereka sendiri, dan penggunaannya telah meluas hingga mencakup simbol status, mahar, denda adat, dan prosesi adat. 

Beberapa suku masih menggunakan kain Timor hingga saat ini, seperti suku Moi dan Maybrat.

Suku Karon membagi kain timur menjadi 12 kategori berdasarkan nilai dan peringkat menurut cerita asalnya serta pola dan simbol dekoratifnya. 

Selain itu kain timur juga terbagi menjadi dua jenis yaitu kain timur dan kain timur te on. 

Kain timur pertama dianggap sakral dan semakin tua kain tersebut, semakin tinggi nilai kain tersebut dan sebagai pusaka turun-temurun. 

Sumber: TribunSorong
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved