Sumber Daya Manusia Maybrat

Pj Bupati Bernhard Paparan Situasi Maybrat dalam Rakor Analisis Permasalahan Konflik Sosial

Faktor-faktor seperti ketidakadilan, ketimpangan sosial-ekonomi, ketegangan antar-etnis, dan konflik lahan akan menjadi fokus utama dalam analisis.

Editor: Jariyanto
DOK. HUMAS PEMKAB MAYBRAT
Pj Bupati Maybrat Bernhard R Rondonuwu (batik merah) menghadiri Rapat Koordinasi Analisis Permasalahan Konflik Sosial di Provinsi Papua Barat Daya di Kota Sorong, Jumat (22/9/2023). 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Penjabat (Pj) Bupati Maybrat Bernhard R Rondonuwu menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Analisis Permasalahan Konflik Sosial di Provinsi Papua Barat Daya di Kota Sorong, Jumat (22/9/2023).

Acara yang dipimpin Plt Sekda Papua Barat Data Edison Siagian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dan pihak TNI-Polri.

Baca juga: 7 Guru di Wilayah Eksodus Maybrat Pindah Tanpa Prosedur, Ini Langkah Kadisdikbud

Tujuannya mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang permasalahan konflik sosial yang terjadi di Provinsi Papua Barat Daya, serta mencari solusi yang dapat mengurangi ketegangan dan membangun perdamaian.

20230923_pj bupati maybrat hadiri rakor konflik
Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Analisis Permasalahan Konflik Sosial di Provinsi Papua Barat Daya di Kota Sorong, Jumat (22/9/2023).

Dalam rakot tersebut mengulas secara mendalam terhadap akar permasalahan konflik sosial.

Faktor-faktor seperti ketidakadilan, ketimpangan sosial-ekonomi, ketegangan antar-etnis, dan konflik lahan akan menjadi fokus utama dalam analisis tersebut.

Selain itu, akan dievaluasi terhadap kebijakan dan program yang telah dilakukan sebelumnya dalam mengatasi konflik sosial.

Pada kesempatan ini, Bernhard E Rondonuwu menjelaskan mengenai kondisi sosial di Kabupaten Maybrat.

"Maybrat image-nya kurang baik, namun saya bersyukur dari KSP (Kantor Sekretariat Presiden) sudah nenyatakan bahwa kondisi situsasi yang tadinya 'merah' sudah menjadi 'putih' yang artinya sudah aman. Ini tidak terlepas dari peran penting TNI dan Polri dalam menjaga keamanan di wilayah kami," ujarnya.

Baca juga: Pj Maybrat Bernhard E Rondonuwu dan Pangdam XVIII/Kasuari Canangkan Gerakan Menanam Padi Ladang

Ia tak memugnkiri selama dua tahun terakhir kondisi wilayah Kabupaten Maybrat dalam kondisi sulit, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan kemasyarakaran relatif jalan di tempat.

Oleh karena itu, sejak ditunjuk sebagai pj bupati, dirinya bersama-sama dengan masyarakat dan pihak terkait lainnya menata lagi pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan sehingga kondisinya berangsur-angsur membaik.

Baca juga: Ikhlas Mengabdi, Prajurit Satgas Yonif 133/YS Adakan Les Private, Tambah Wawasan Anak

Menurut Direktur Satpol PP dan Linmas, Kementerian Dalam Negeri tersebut, TNI dan Polri berperan penting dalam mendukung program-program pemerintah daerah.

"Ini menjadi bukti nyata yang tadinya distrik-distrik di wilayah Aifat Timur Raya dan Aifat Selatan tertutup, notabene ada 1.220 warga yang mengungsi, kurang lebih ada sekitar 6.000 masyarakat yang keluar dari daerah itu, sekarang ini kami nyatakan sudah di bawah kendali dan pengawasan Pemerintah Kabupaten Maybrat," katanya.

Baca juga: Perjuangan Tim Kesehatan Satgas Yonif 623 Jalan Kaki Sehatkan Masyarakat Papua

Bernhard E Rondonuwu menyebut, dalam melaksanakan pendekatan-pendekaan dengan masyarakat, disampaikan dua jamian utama.

Pertama, jaminan keamanan dan kedua infrasuktur pembangunan jalan.

"Ini sudah kami lakukan serta masyarakat yang tadinya mengungsi, sudah 80 persen yang kembali ke kampung halaman," ucap lelaki berdarah Manado ini. 

Sumber: TribunSorong
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved