Ibadah HUT ke-72 Teofani, Prof Balthasar Kambuaya: Jadi Berkat Khusus Orang Maybrat
Ketua tim Kajian Akademik Maybrat Prof Dr Balthasar Kambuaya MBA menyebut Teofani adalah Tuhan berbicara langsung kepada hamba Tuhan Rubun Rumbiak.
Penulis: Desianus Watho | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20231022_tahun-Teofani-ke-72.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, KUMURKEK - Perayaan hari ulang tahun Teofani bagi orang Maybrat yang ke-72 digelar, Sabtu (21/10/2023) di Kayahai Kambuaya.
Ketua Tim Kajian Akademik Maybrat Prof Dr Balthasar Kambuaya MBA menyebut Teofani adalah Tuhan berbicara langsung kepada hamba Tuhan Rubun Rumbiak.
Baca juga: Gelar Rapat Forkopimda, PJ Bupati Maybrat Terima Dukungan Persiapan Pemilu Tahun 2024
Toefani adalah berkat khusus bagi orang suku A3 Maybrat.
Tuhan bicara langsung kepada Hamba Ruben Rumbiak dan memerintahkannya untuk berjalan di atas kulit Danau Ayamaru.
Tuhan memerintahkan bahwa Engkau harus memberkati Orang Maybrat dan minta orang Maybrat harus pelihara kesatuan, kerendahan hati, Kasih dan Kehormatan.
Negeri Maybrat katanya penuh karisma dan berkat bagi tanah Papua, yang kina Orang Maybrat bangkit dan menjadi manusia pembangunan di Negeri Newgunia (Tanah Papua).
Baca juga: Songsong HSP ke-95, Ketua DPD KNPI Maybrat Adakan Turnamen, Panitia Pemuda Ayata Aifat Timur Jauh
Baca juga: Diskusi Naskah Akademik dan Draf Raperda Teofani Bagi Orang Maybrat Ditutup, Peserta Beri Masukan
Teofani bukan milik gereja atau marga tertentu, tetapi Teofani milik orang Maybrat (A3).
"Marilah kita teladani apa yang dilakukan orang tua kita yang telah mewarisi berkat Tuhan bagi kita. Marilah kita merefleksikan diri dan menunjukkan bahwa Teofani adalah standar hidup bagi orang Maybrat," ujar Prof Dr Balthasar Kambuaya MBA.
Perayaan HUT ke-72 tahun dilaksanakan dalam bentuk ibadah yang berlangsung di Kampung Sembaro dan dihadiri oleh Intelektual dan Masyarakat Maybrat.
Baca juga: Bantu Proses Pemulangan Masyarakat Eksodus Maybrat, Pemkab Sorong Serahkan Bantuan Anggaran
Baca juga: Pemkab Dukung Naskah Akademik dan Draft Perda Tentang Standar Hidup Orang Maybrat, Ini Kata Bappeda
Dalam kesempatan tersebut tim akademisi menyerahkan draf Raperda Teofani dari akademisi kepada pemerintah Kabupaten Maybrat dan selanjutnya diserahkan kepada DPRK Maybrat.
"Ini pergumulan panjang, waktu saya dipercayakan menjadi menteri pertama munculah pikiran pada tahun 2011 saya menulis buku," kata Prof Dr Balthasar Kambuaya MBA.
Dari situ tidak cukup muncul lagi kita buat tuguh. Itu belum selesai saya coba lagi saya menulis buku kedua tentang kesaksian bahwa memang benar apa yang Tuhan berbicara kepada Orang Maybrat melalui hamba Tuhan Ruben Rumbiak.
Baca juga: Capaian KIA Masih 14 Persen, Ini Strategi Pemkab Maybrat
Baca juga: Launching IKD, Pemkab Maybrat Sosialisasikan Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan
"Kita semua harus percaya bahwa apa yang disampaikan itu memang benar adanya. Tiga tahun terakhir semua orang minta bahwa harus ada Perda yang mengatur," ujarnya.
Perda harus dibuatkan karena ini adalah jiwa dan gaya hidup orang Maybrat.
Diharapkan pemerintah dan DPRK harus melanjutkan dengan gaya agar perda ini harus jadi. Kalau kita tidak buat maka itu kita bunuh generasi orang Maybrat.
Teofani harus dimasukkan ke kurikulum muatan lokal agar generasi ini harus diajar dari bawah.
"Saya menyampaikan terima kepada pemerintah Kabupaten Maybrat atas dukungan penuh dalam rangka pembuatan perda Teofani bagi orang Maybrat," ucap Prof Dr Balthasar Kambuaya MBA. (tribunsorong.com/desianus watho)