Pilkada di Papua Barat Daya
Bursa Pilkada Maybrat 2024, Intelektual Ayamaru Raya Dorong Marthen Howay Maju Bupati
Tokoh-tokoh yang maju tersebut didominasi birokrat yang saat ini menjabat pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Maybrat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20240327_konsolidasi-intelektual-ayamaru-raya-dengan-marthen-howay.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, KUMURKEK - Sejumlah nama dikabarkan meramaikan bursa Pilkada Kabupaten Maybrat pada November 2024 mendatang.
Tokoh-tokoh yang maju tersebut didominasi birokrat yang saat ini menjabat pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Maybrat.
Baca juga: Marthen Howay Beri Uang Pembinaan dan Peralatan Pertanian ke Poktan Aifat Timur Tengah dan Selatan
Mereka antara lain Penjabat (Pj) Sekda Ferdinandus Taa, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan/Plt Kepala Bappeda Marthen Howay, Kepala Dinas Pendidikan Kornelius Kambu, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Theopilus Yaam.
Di luar itu ada politisi Partai NasDem yang juga Wakil Ketua II DPRK Maybrat Agustinus Tenau dan Karel Murafer dari Partai Demokrat.
Dari nama-nama yang muncul, intelektual wilayah Ayamaru Raya mendorong agar Marthen Howay mencalonkan diri sebagai Bupati Maybrat Periode 2024-2029.
Koordinator Birokrasi Wilayah Ayamaru Raya Henky Susim mengatakan, para intektual sudah menggelar rapat sebanyak delapan kali.
"Kami masyarakat Distrik Ayamaru Raya sepakat menerima sekaligus mencalonkan Marthen Howay sebagai calon bupati bukan wakil karena bupati sebelumnya juga dari Ayamaru. Wilayah kami memiliki DPT (daftar pemilih tetap) paling besar dari empat zona di Maybrat," ucapnya.
Menurut Hengky, pihaknya mendorong Marthen Howay bukan tanpa dasar.
Dari penilaian, selama menjabat sebagai kepala dinas pertanian dan perkebunan, cukup banyak program yang menyentuh masyarakat luas.
Baca juga: Pj Bupati Maybrat Salut Kegigihan Kelompok Tani Kamundan Tanam Padi, Produksi Beras Meningkat
Pada 2020 menginisiasi hilirisasi pertanian di masa Covid-19 berupa penanaman jagung seluas 50 hektare (ha).
Berikutnya, hilirisasi pangan lewat pembangunan peternakan 20.000 ayam petelur yang membuka lapangan pekerjaan untuk Orang Asli Papua (OAP).
“Upaya tersebut sekaligus mengeser dominasi peternak ayam petelur dari luar yang selama ini produsennya dari Papua Barat,” kata Hengky.
Baca juga: Vanili Idola Baru Komoditas di Maybrat, Dinas Pertanian Siapkan 2.000 Bibit Tanam di 3 Titik
Program lainnya, lanjut Hengky, inovasi dalam bidang pertanian terutama hortikultura berupa sayur-sayuran hidroponik dan tanaman horti lainnya seperti cabai dan seabgainya.
Ada juga pengembangan budi daya kacang tanah (kacang batik), mulai.dari persiapan benih, pengolahan lahan, hingga produk olahan sampai ke pemasaran.
Saat ini, kacang tanah sangrai sudah menjadi oleh-oleh khas Maybrat.