Kamis, 7 Mei 2026

Sumber Daya Alam Maybrat

Dinas Ketahanan Pangan Maybrat Gandeng UNIPA Kaji Peta Kerentanan Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Maybrat bersama Tim Peneliti UNIPA telah melaksanakan kajian awal terkait kerentanan  dan ketahanan  pangan di wilayah itu.

Tayang:
zoom-inlihat foto Dinas Ketahanan Pangan Maybrat Gandeng UNIPA Kaji Peta Kerentanan Pangan
ISTIMEWA
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat bersama Tim Peneliti UNIPA telah melaksanakan kajian awal terkait kerentanan dan ketahanan pangan di wilayah itu. 

TRIBUNSORONG.COM, KUMURKEK - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat bersama Tim Peneliti UNIPA telah melaksanakan kajian awal terkait kerentanan  dan ketahanan  pangan di wilayah itu.

Baca juga: Dinas Ketahanan Pangan Maybrat Salurkan 7 Ton Beras Untuk 6 Distrik Terdampak Konflik Panjang

Hasil kajian meununjukkan analisis komposit  tingkat kerentanan dan ketahanan pangan pada wilayah kampung dan distrik berada pada kategori skala sangat rentan pangan dan tahan pangan. 

Terdapat dua distrik yakni Aifat Timur Jauh dan Aifat Timur Selatan pada kategori sangat rentan pangan.

Tiga distrik rentan pangan yakni Aitinyo Utara, Ayamaru Utara Timur dan Mare Selatan, lima distrik agak rentan pangan yakni Aifat Timur, Aifat Selatan, Ayamaru Barat, Ayamaru Tengah Dan Ayamaru Timur Selatan.

“Sementara distrik lainnya berada pada kondisi agak tahan dan tahan pangan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maybrat Korneles Naa.

Baca juga: Gula dan Bawang Ludes Diserbu Warga, Dinas Ketahanan Pangan Maybrat Gelar GPM di Kampung Kambuaya

Korneles bilang, indikator penyebab kerentanan pangan di Maybrat secara berurutan adalah rasio Lahan pertanian terhadap jumlah penduduk, rasio Sarana penyedia bahan pangan, rasio penduduk tidak sejahtera, rasio penduduk terhadap tenaga kesehatan, akses jalan, dan rasio penduduk terhadap ketersediaan air bersih.   

“Perlu kebijakan untuk menentukan langkah-langkah yang tepat dalam menangani isu-isu ketahanan pangan yang relevan pada tiap wilayah kampung dan distrik di Kabupaten Maybrat,” ucapnya.

Lanjut dia, kebijakan dan program strategis peningkatan ketahanan pangan dan penanganan kerentanan pangan di wilayah Maybrat diarahkan pada kegiatan peningkatan penyediaan pangan di daerah non sentra produksi dengan mengoptimalkan sumberdaya pangan lokal.

Pembukaan dan penyiapan lahan pertanian  yang dapat diarahkan sebagai lahan pertanian baku, penanganan kemiskinan melalui penyediaan lapangan kerja, padat karya, redistribusi lahan, peningkatan infrastruktur dasar (jalan dan air bersih), dan pemberian bantuan sosial serta pembangunan usaha produktif/UMKM untuk menggerakan ekonomi wilayah.

“Peningkatan akses air bersih melalui penyediaan fasilitas dan layanan air bersih, sosialisasi  penyuluhan dan penyediaan tenaga kesehatan,” katanya.

Baca juga: 2.000 Paket Sembako Murah Diserbu Warga di Kabsor, Dinas Ketahanan Pangan: Alhamdulillah Semua Ludes

Pada pelaksanaan seminar dan diskusi tersebut Korneles Naa menegaskan, penanganan kondisi kerentanan pangan dan peningkatan ketahanan pangan di Maybrat tidak hanya menjadi tanggungjawab dinas ketahanan pangan.

“Namun membutuhkan dukungan lintas OPD, mislanya Dinas Pertanian, Dinas PUPR , Dinas Kesehatan, Dinas Sosisal dan beberapa OPD terkait lainnya,” ujarnya.

Dijelaskan Korneles bahwa beberapa program jangka pendek selama ini telah dilakukan, misalnya bantuan beras untuk beberapa kampung dan distrik yang memiliki kesulitan dalam akses perhubungan, serta beberapa program lainnya.

Upaya penangangan kerentanan dan peningkatan ketahanan pangan secara jangka panjang masih harus terus ditingkatkan.

Salah satunya adalah penyediaan lahan baku pertanian tanaman pangan untuk meningkatkan produktivitas dan ketersediaan bahan pangan.

Baca juga: Beras 17,6 Ton Dibagikan ke 4 Distrik di Kabsor, Dinas Ketahanan Pangan Tekan Angka Inflasi

Sumber: TribunSorong
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved