Bentrok Anggota dan Brimob di Sorong

Anggota DPR RI Minta Usut Tuntas Bentrok TNI AL dan Brimob, Robert Kardinal: Dibuka ke Publik

Ia meminta, harusnya kedua institusi ini (TNI AL dan Brimob) harus menjadi contoh baik kepada masyarakat saat bertugas.

Penulis: Safwan | Editor: Petrus Bolly Lamak
TRIBUNSORONG.COM/TAUFIK NUHUYANAN
Anggota DPR RI Komisi X Robert Kardinal saat memberikan keterangan kepada pers, Kabupaten Sorong, Rabu (7/2/2024). 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Anggota DPR RI Dapil Papua Barat Robert Joppy Kardinal meminta persoalan bentrok TNI AL dan Brimob di Kota Sorong, Papua Barat Daya, harus diselesaikan hingga tuntas.

"Saya lihat dua jenderal ini sudah turun dan memang harus diusut hingga persoalan itu (bentrok) benar tuntas," katanya kepada TribunSorong.com, Jumat (19/4/2024).

Baca juga: Anggota TNI AL Ambil 4 Motor yang Diciduk Polisi Buntut Serang Kantor Polsek KP3 Laut Sorong

Menurutnya, tim investigasi yang telah ada harus segera menggali fakta-fakta terkait akar masalah bentrok dan dibuka ke publik.

Ia meminta, harusnya kedua institusi ini (TNI AL dan Brimob) harus menjadi contoh baik kepada masyarakat saat bertugas.

"Saya pikir kedua institusi ini akan lakukan tindakan yang memang proporsional dan profesional kepada jajarannya," ucapnya.

Robert meminta, persoalan ini harus dibuka ke publik jika seluruh tahapan telah selesai dan membuka siapa saja yang dihukum.

Anggota DPR RI terpilih dari Dapil Papua Barat Daya itu juga menegaskan, persoalan ini tidak boleh dilakukan secara tertutup.

"Saat ini sudah zaman serba teknologi maka harus tetap dibuka ke publik agar masyarakat juga bisa ikuti," jelasnya.

Baca juga: Panglima Koarmada III Buka Suara soal Video CCTV di Pelabuhan Sorong, 4 TNI AL Diperiksa

Ia menuturkan persoalan yang dilakukan oleh oknum dibiarkan berlarut-larut, otomatis merusak citra nama baik institusi.

Janji Kapolda dan Pangkoarmada III

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johnny Eddizon Isir bersama Panglima Koarmada III Laksamana Muda TNI Hersan menggelar konferensi pers terkait bentrok antara anggota TNI AL dengan Brimob di Pelabuhan Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (14/4/2024). 

Baca juga: Polisi Buat Investigasi soal Bentrok TNI AL dan Brimob di Sorong, Takut Kasih Kronologi Sepotong

Turut hadir Danrem 181/PVT Brigjen TNI Totok Sutriono dan Komandan Lantamal XIV Sorong Laksamana Pertama TNI Deny Prasetyo

Kapolda menegaskan, jajarannya akan memproses pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Panglima Koarmada III Sorong Laksamana Muda TNI Hersan (kiri) dan Kapolda Papua Barat (kanan) saat jumpa pers di Mapolresta Sorong Kota, Minggu (14/4/2024) malam.
Panglima Koarmada III Sorong Laksamana Muda TNI Hersan (kiri) dan Kapolda Papua Barat (kanan) saat jumpa pers di Mapolresta Sorong Kota, Minggu (14/4/2024) malam. (TRIBUNSORONG.COM/SAFAN ASHARI)

Ia menjelaskan, persoalan yang terjadi di Pelabuhan Sorong hingga merembet ke serangan anggota TNI AL ke pos-pos polisi dipicu oleh kesalahpahaman antara anggota tersebut. 

"Saya selaku Kapolda Papua Barat tentu berkomitmen agar melakukan penyelidikan kasus bentrok tersebut hingga tuntas," ujar Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Halaman
12
Sumber: TribunSorong
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved