Hardiknas 2024
Hardiknas 2024, Gerakan Merdeka Belajar jadi Harapan Kemajuan Pendidikan Indonesia
Upacara dipimpin Asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Mansur Syahdan mewakili Bupati Abdul Faris Umlati.
Penulis: Willem Oscar Makatita | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20240502_raja-ampat-hardiknas.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, WAISAI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat menggelar upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan upacara kantor bupati setempat, Kamis (2/5/2024).
Baca juga: Momen Hardiknas, Siswa Berkebutuhan Khusus Beri Hadiah Lukisan Wajah Pj Gubernur dan Istri
Upacara dipimpin Asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Mansur Syahdan mewakili Bupati Abdul Faris Umlati.
Mansyur Syahdan mengatakan, gerakan merdeka belajar semakin menyadarkan pemimpin tentang tantangan dan kesempatan memajukan pendidikan Indonesia.
Baca juga: Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli jadi Irup Hardiknas 2024
Bukan hal mudah mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar dan bukan tugas yang sederhana mengubah perspektif tentang proses pembelajaran.
"Pada awal perjalanan, kita sadar bahwa membuat perubahan butuh perjuangan," katanya saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.
Ia melanjutkan, rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan.
“Kemudian, ketika langkah kita mulai serempak, kita dihadapkan dengan tantangan yang tak pernah terbayangkan yakni pandemi Covid-19,” ucapnya.
Baca juga: Hardiknas di Maybrat, Kadisdik: Satukan Generasi Emas
Ia bilang, dampak yang ditimbulkan mengubah proses belajar mengajar dan cara hidup secara drastis.
Pada saat yang sama, pandemi memberi kesempatan mengakselerasi perubahan.
Dengan bergotong royong, berjuang pulih dan bangkit kembali menjadi jauh lebih kuat.
Baca juga: Pemprov Papua Barat Daya Komitmen Tingkatkan Pendidikan dan Hak Guru-guru di Wilayah 3T
Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang bangun bersama dengan gerakan merdeka belajar.
“Kita sudah mendengar lagi anak-anak Indonesia berani bemimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas,” katanya.
“Kita sudah melihat lagi guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya,”.
Mansyur berujar, berkarya dan berkontribusi karena ruang belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus.
“Kita sudah merayakan lagi semarak karya-karya yang kreatif karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi,” jelasnya.
Baca juga: Hardiknas di Maybrat, Kadisdik: Satukan Generasi Emas